Kemenkominfo Sebut Kabar Indonesia Lockdown Hoaks

CNN Indonesia | Minggu, 22/03/2020 15:05 WIB
Kemenkominfo mencatat sampai Minggu (22/3) ada 297 informasi hoaks di internet terkait virus corona. Kemenkominfo mencatat sampai Minggu (22/3) ada 297 informasi hoaks di internet terkait virus corona. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pada Minggu (22/3) merilis total konten hoaks dan disinformasi terkait virus corona sebanyak 297.

Data terakhir yang diterima CNNIndonesia.com pada 18 Maret lalu sebanyak 250 konten. Artinya, ada penambahan 47 konten baru.

Salah satu konten disinformasi yang berhasil dihimpun tim pengais konten negatif Kemenkominfo salah satunya soal kabar pemerintah memutuskan melakukan lockdown demi menekan penyebaran virus corona SARS-Cov-2 di Indonesia.


Berikut daftar 47 konten hoaks dan disinformasi terbaru Kemenkominfo:

1. Akhirnya Pemerintah Memutuskan Indonesia Lockdown

Beredar informasi di media sosial dan pesan berantai yang berisi narasi bahwa pemerintah memutuskan untuk melakukan lockdown di Indonesia mulai tanggal 20 Maret 2020.

Unggahan tersebut memuat tautan dari platform Youtube yang berisi video Pers Statement dari Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi yang diunggah pada 17 Maret 2020.

Faktanya, narasi tersebut tidak benar. Tautan yang diunggah di platform Youtube itu berisi pernyataan Menlu mengenai kebijakan tambahan pemerintah terkait perlintasan orang dari dan ke Indonesia terkait Covid-19.

2. Video Pria Ambruk di Depan Rumah Makan Padang karena Covid-19

Beredar unggahan yang berisi video seorang pria terjatuh dari sepeda motor karena corona. Di dalam video tersebut terdengar suara, "takutnya dia kena corona, lho. Enggak ada yang berani menyentuh. Jangan sentuh, jangan sentuh," kata seorang pria di dalam video tersebut.

Faktanya, laki-laki itu mengaku tiba-tiba pingsan dan jatuh dari sepeda motor karena epilepsinya kumat.


3. Imbauan Jokowi, "Jangan Keluar Rumah Kalau Bosan Nonton Drakor Saja"

Beredar di media sosial tangkapan layar siaran berita yang menampilkan wawancara Presiden Joko Widodo dengan salah satu kanal berita. Pada tangakapan layar itu terdapat keterangan character generic (CG) bertuliskan, "Jangan Keluar Rumah, Kalau Bosan Nonton Drakor Saja."

Faktanya, character generic pada foto yang diunggah tersebut telah disunting. Adapun kalimat pada CG yang sebenarnya adalah, "Pasca Gempa dan Tsunami Sulteng."

4. "Pandemi Corona, Anies Baswedan: Universitas di Jakarta Diliburkan, Kecuali Universitas Pancasila"

Beredar pesan berantai di WhatsApp yang menampilkan foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dalam foto tersebut disertai dengan narasi "Pandemi Corona, Anies Baswedan: Universitas di Jakarta Diliburkan, Kecuali Universitas Pancasila."

Faktanya, foto tersebut merupakan hasil suntingan dari artikel detik.com dengan judul "Pandemi Corona, Anies Baswedan: Warga Jakarta Jangan Pulang Kampung" yang diunggah tanggal 15 Maret 2020.

5. Pasien Positif Corona di RSUD Pamekasan

Beredar sebuah pesan di media sosial yang memberikan informasi bahwa ada pasien positif corona dari Sumenep di rujuk ke RSUD Pamekasan. Pesan tersebut mempunyai narasi "Info mulai sekarang tolong bagi yang mau berkunjung ke RSUD Pamekasan ditunda dulu karena ada pasien yang positif Corona dari Sumenep di rujuk ke RSUD Pamekasan. Sampaikan ke sanak famili"

Faktanya, Direktur RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan, Farid Anwar, mengatakan bahwa informasi tersebut tidak benar. Farid menjelaskan bahwa hingga saat ini masih belum ada pasien positif Corona yang dirawat di Pamekasan.

Plt Dinkes Pamekasan juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta gerakan masyarakat sehat (Germas).

[Gambas:Video CNN]

6. Karyawan Telkomsel di Surabaya Positif Corona

Telah beredar di media sosial WhatsApp yang mengatakan bahwa seorang karyawan Telkomsel di Surabaya positif Corona.

Faktanya, kabar tersebut dibantah oleh Manager Corporate Communications area Jawa-Bali Telkomsel, Erwin Kusumawan. Menurut Erwin, pihaknya selalu memantau dan melakukan koordinasi seluruh karyawan melalui departemen yang ada.

7. Foto Hasil Pemeriksaan PDP Covid-19 di RSU Soetomo Surabaya

Beredar postingan di media sosial yang menampilkan sebuah foto yang disebut merupakan hasil pemeriksaan laboratorium Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 dari RSU dr Soetomo Surabaya. Dalam foto itu tertulis diagnosa pasien adalah Covid-19 dan gagal napas.

Faktanya, Direktur Utama RSU dr Soetomo, dr. Joni Wahyuhadi, menegaskan bahwa foto yang beredar itu bukan merupakan hasil laboratorium, melainkan bukti catatan pendaftaran pasien untuk pemeriksaan laboratorium.

Joni memaparkan, di RSU Soetomo, pasien yang datang dalam dan kategori PDP hanya bisa mengajukan pemeriksaan permintaan darah, bukan permintaan swab.

8. Video Trump Umumkan Vaksin Virus Corona dari Roche Medical Company

Beredar video yang diklaim berisi pengumuman dari Presiden Donald Trump terkait ketersediaan vaksin virus corona baru. Beberapa unggahan video serupa juga disertai narasi berbunyi "Saat ini, Trump mengumumkan bahwa Roche Medical Company akan meluncurkan vaksin hari Minggu depan, dan jutaan dosis sudah siap! - Permainan selesai".

Faktanya, video yang diunggah tersebut sama sekali tidak membicarakan soal vaksin virus corona. Adapun yang dibicarakan dalam video tersebut adalah soal ketersediaan test kit atau alat tes untuk mendiagnosis virus corona penyebab wabah Covid-19 di Amerika
Serikat.


9. Pasar Nganjuk Ditutup Mulai 22 Maret-1 April untuk Pencegahan Corona

Beredar kabar di media sosial dan pesan berantai WhatsApp yang menyebutkan pasar di Nganjuk, Jawa Timur, akan ditutup untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) mulai 22 Maret sampai 1 April. Dalam informasi yang beredar itu juga berisi ajakan kepada ibu-ibu agar segera memasok persediaan makanan seperti sayur dan lauk.

Faktanya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk melalui akun Instagramnya menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak benar atau hoaks. Pasar Nganjuk tetap beroperasi seperti biasa dan tidak ada penutupan.

10. Satu Meninggal di RSUD Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Akibat Virus Corona

Beredar di media sosial Facebook sebuah postingan yang menyatakan bahwa virus corona sudah ada di Rumah Sakit Jampang, disebut juga satu orang meninggal akibat virus corona.

Faktanya, Humas RSUD Jampang Kulon menyatakan bahwa informasi yang beredar tersebut adalah hoaks. Bersama jajaran Polsek Jampang Kulon serta Koramil, pelaku penyebaran hoaks tersebut sudah melakukan klarifikasi permohonan maaf secara tertulis.

Rizieq Shihab Punya Penangkal Virus Corona Hoaks

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4