Warganet Mengeluh Tak Bisa Jaga Jarak di KRL

CNN Indonesia | Senin, 23/03/2020 11:56 WIB
Jaga jarak antarpenumpang diimbau dilakukan di transportasi umum untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19). Sejumlah penumpang berdesakan saat menaiki KRL Commuterline dari Jakarta menuju Bogor saat melintas di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2020). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) melakukan penyesuaian jadwal operasional dan batas maksimal penumpang angkutan umum massal di Jabodetabek pada Commuterline, Transjakarta, MRT, dan LRT pada Senin 23 Maret 2020. Hal itu dilakukan untuk mengurangi mobilitas masyarakat dan menerapkan social distancing guna mengurangi penularan virus corona (SARS-CoV-2).

Warganet di Twitter melaporkan pembatasan jadwal ini justru mengakibatkan penumpukan penumpang di beberapa stasiun Jabodetabek. Akibat penumpukan penumpang itu social distancing tak dapat diterapkan. 





Seorang warganet bahkan mengatakan pasrah apabila ia tertular virus corona. Warganet juga meminta agar sebaiknya jumlah kereta operasional tak dikurangi, tapi jadwal operasional boleh dikurangi.





Seorang warganet bahkan memberikan informasi bahwa petugas di kereta meminta agar penumpang menjaga jarak di tengah kondisi berdesakan di dalam kereta.







Warganet juga membagikan informasi perihal adanya posko desinfektan di Stasiun Gondangdia.




Berikut penyesuaian jadwal operasional dan batas maksimal penumpang transportasi umum yang diberlakukan BPTJ:MRT Jakarta
Jam operasional: 06.00 s.d. 20.00 WIB.
Jarak antar kereta (headway):
- Jam sibuk ( pukul 07.00 - 09.00 WIB dan 17.00 - 19.00 WIB): 5 (lima) menit
- Jam non sibuk (09.00 -17.00 WIB dan 19.00 - 20.00 WIB): 10 menit
Pembatasan penumpang: 60 orang per kereta (gerbong) atau 360 orang per satu rangkaian kereta.

Commuterline
Jam operasional: 06.00 s.d. 20.00 WIB.
Jarak antar kereta (headway): 10,15, 30 menit.
Commuterline akan mengoperasikan 713 perjalanan KRL.

LRT Jakarta
Jam operasional: 06.00 s.d. 20.00 WIB.
Jarak antar kereta (headway): 10 menit.
Pembatasan penumpang: 30 orang perkereta dan 60 orang per rangkaian.

Transjakarta
Jam operasional: 06.00 s.d. 20.00 WIB.
Pembatasan penumpang: 30 orang untuk bus besar dan 60 orang untuk bus gandeng.
Transjakarta hanya melayani rute BRT yang melintas di koridor-koridor. Layanan Mikrotrans, Non BRT (Non Koridor), RoyalTrans, AMARI dan rusun dihentikan mulai Senin 23 Maret 2020. (jnp/fea)