Netizen Panik Virus Hanta dari China, Ahli Sebut Tak Menular

CNN Indonesia | Selasa, 24/03/2020 21:00 WIB
#Hantavirus yang dikabarkan menewaskan satu warga China dan meramaikan lini masa Twitter disebut tidak menular dari manusia ke manusia. Ilustrasi hantavirus. (iStockphoto/spawns)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tagar #Hantavirus merangsek masuk di jajaran topik terpopuler Indonesia, sebab warga China diberitakan meninggal dunia karena terinfeksi virus hanta. Sontak, warganet di Twitter panik karena wabah virus corona SARS-Cov-2 belum juga usai.

Virus hanta sendiri tidak dikategorikan sebagai virus baru. Berdasarkan keterangan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), virus ini juga tidak menular dari satu manusia ke manusia lainnya, dan hanya bisa diinfeksikan oleh hewan pengerat pada manusia. Virus ini juga tidak menular lewat udara.

Merespon cuitan yang viral tentang #Hantavirus, akun @HilyaTsaniya mengatakan bahwa tahun 2020 adalah tahun isolasi untuk masyarakat dunia.


Sebab, saat wabah virus corona seperti saat ini, pejabat dunia meminta warganya untuk mengisolasi diri di rumah mereka agar tidak terjangkit virus.

"Ya Tuhan, bahkan belum setengah tahun.. 2020 menjadi tahun isolasi #Hantavirus," kata dia.



Ada juga warganet yang mengalami kepanikan, akun @MutumaMnairobi berharap virus hanta tidak berbahaya.


"Tolong bilang kamu (virus hanta) tidak berbahaya #Hantavirus #TruthBeTold," cuitnya.



Di sisi lain, sebagian netizen memberikan informasi singkat mengenai virus hanta. Akun @agahadiriza mengatakan bahwa virus hanta hanya bisa menyebar lewat urin, tinja atau air liur dari hewan yang terinfeksi virus hanta.

"Kita sudah cukup panik dan banyak rumor yang salah. Jadi, tolong berhenti menambahkan bensin ke dalam api. #Hantavirus bukan virus baru dan tidak menular antar manusia. Virus ini hanya menyebar melalui urine hewan, tinja atau air liur yang terinfeksi. Kita semua berpendidikan, saatnya bertindak yang benar. @Indiatoday," cuitnya.



Lalu, ada juga warganet yang menghimbau untuk tidak panik dengan berita virus hanta.

"Penyakit ini tidak menyebar melalui udara dan hanya dapat menyebar jika mereka bersentuhan dengan urin, tinja, dan air liur tikus. Jangan panik dengan berita palsu," cuit @imrealalmir.



Dikutip dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), virus hanta adalah genus virus dari famili Bunyaviridae yang menyebabkan munculnya penyakit sindrom paru virus hanta (hantavirus pulmonary syndrome).

[Gambas:Video CNN]

Virus ini mudah diinaktivitasi (dimatikan) dengan panas, detergen, pelarut organik, dan larutan hipklorit. Virus hanta bayak ditemukan pada hewan pengerat seperti tikus. Sebagian besar virus ini ditranmisikan melalui inhalasi kotoran hewan pengerat yang terinfeksi virus hanta.

Namun, virus ini tidak dikategorikan sebagai virus baru.


Sebab, Pusat Informasi Bioteknologi Nasional AS (United State's National Center for Biotechnology Information/NCBI) telah menuliskan di dalam sebuah jurnal terkait genus virus hanta yang berjumlah lebih dari 21 spesies.

Dilansir India Today, virus hanta pertama kali muncul tahun 1978 di dekat sungai Hantan, Korea Selatan. Lalu virus itu dinamakan hantan. Saat itu, virus hantan telah menginfeksi lebih dari 3.000 warga Korsel.

Lalu pada 1981, genus baru yang disebut virus hanta diperkenalkan sebagai famili Bunyaviridae yang dapat menyebabkan penyakit demam hemoroligik.


Catatan redaksi: Judul berita diubah pada Selasa (24/3) pukul 22.00 WIB untuk menghindari kesalahpahaman. (din/DAL)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK