Putaran Bisnis Startup Lokal Saat Pandemi Virus Corona

CNN Indonesia | Jumat, 03/04/2020 14:11 WIB
Putaran Bisnis Startup Lokal Saat Pandemi Virus Corona Ilustrasi. (Istockphoto/scyther5)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dampak pandemi Covid-19 akibat virus corona SARS-Cov-2 sangat berpengaruh terhadap putaran ekonomi khususnya terhadap perusahaan teknologi.

Beberapa waktu lalu, salah satu perusahaan layanan raksasa media sosial, Twitter sempat mengeluarkan pernyataan bahwa mereka memprediksikan pendapatan kuartal pertama 2020 mereka bakal turun.

Menurut Chief Financial Officer Twitter, Ned Segal mengatakan bahwa wabah virus corona telah mempengaruhi pendapatan iklan mereka secara global.


"Wabah telah memengaruhi pendapatan iklan Twitter secara global dalam beberapa minggu terakhir ini. Perusahaan memperkirakan pendapatan kuartal pertama akan turun sedikit," kata dia dikutip Variety.

Sebagai perbandingan, pada kuartal pertama 2019, pendapatan iklan Twitter mencapai US$787 juta. Perusahaan yang berkantor pusat di San Fransisco ini berencana untuk merilis pendapatan kuartal pertama 2020 mereka bulan April ini.

Lalu, bagaimana dengan perusahaan rintisan (startup) di Indonesia?

CNNIndonesia.com pun memetakan data dari startup lokal berdasarkan kategori yaitu perusahaan e-commerce, e-learning, dan startup yang bergerak di bidang pemesanan tiket transportasi dan penginapan.

Traveloka

Menurut data internal Traveloka yang diterima CNNIndonesia.com, hari ini (2/4), tercatat sejak Februari 2020 Traveloka mengalami peningkatan drastis untuk permintaan refund (pengembalian uang) dan reschedule (perubahan jadwal).

Sebab, banyak masyarakat yang membatalkan perjalanan karena takut terjangkit virus Covid-19.

Permintaan refund dan reschedule meningkat sampai 10 kali lipat. Adapun kebijakan yang telah ditetapkan oleh partner menurut Traveloka merupakan dasar utama perusahaan dalam prosedur refund atau reschedule sebelum dapat memproses lebih lanjut permintaan pengguna.

Sementara itu, untuk pengajuan permintaan bantuan dengan situasi dan kondisi khusus, Traveloka akan mengirimkan eskalasi terpisah kepada partner terkait untuk kemudian dievaluasi dan dipertimbangkan lebih lanjut secara bersama.

"Kami ingin menyampaikan permintaan maaf kepada para pengguna atas ketidaknyamanan yang dialami saat melakukan permintaan bantuan kepada Traveloka. Saat ini, kami tengah memperkuat layanan konsumen agar dapat melayani pengguna dengan lebih baik," kata Chief Marketing Officer Traveloka, Dionisius Nathaniel dikutip dari keterangan rilis.

"Kami juga meminta kesediaan pengguna untuk mengirimkan informasi tertulis dari pihak maskapai maupun hotel apabila informasi yang diterima berbeda dari yang kami sampaikan, agar situasi tersebut juga memungkinkan kami untuk bekerja lebih efektif dan lebih cepat dalam memenuhi permintaan pengguna," sambungnya.

Shopee dan Bukalapak

Menurut data internal Shopee, selama kebijakan bekerja, belajar, dan berdiam diri rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19 tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.

Menurut Public Relations Lead Shopee, Aditya Maulana Noverdi, transaksi dan jumlah kunjungan pengguna tetap tinggi.

Namun, Shopee belum dapat merilis persentase tersebut sebab bakal dirangkum secara per kuartal.

"Yang bisa kami sampaikan pada kesempatan ini adalah adanya peningkatan terhadap pencarian barang-barang kebutuhan esensial di kategori kesehatan dan barang-barang kebutuhan sehari-hari. Melihat ini, Shopee berkomitmen untuk semaksimal mungkin agar pengguna selalu bisa mendapatkan akses kebutuhan-kebutuhan utama tersebut," kata Aditya.

Senada dengan Shopee, menurut data internal Bukalapak, saat ini produk yang paling laris dicari masyarakat di dalam platformnya ialah produk-produk kesehatan yang dapat menunjang pencegahan dini virus corona Covid-19.

Namun, lagi-lagi Bukalapak tidak memberikan angka pasti.

"Sebelumnya barang - barang elektronik dan rumah tangga merupakan produk - produk yang paling dicari di Bukalapak. Namun seiring dengan tingginya kesadaran masyarakat akan perlindungan kesehatan, maka kami juga mencatat kenaikan para produk kesehatan dan alat penunjang kesehatan, bahan pokok, serta alat pendukung bekerja dari rumah," kata Head of Corporate Communications Bukalapak, Intan Wibisiono.


Zenius

Menurut CEO Zenius, Rohan Monga, data internal Zenius menunjukkan bahwa ada kenaikan akses aplikasi yang cukup signifikan semenjak adanya himbauan pemerintah untuk melakukan aktivitas belajar dari rumah.

Guna menanggulangi kenaikan trafik, Zenius pun mengerahkan tim IT mereka untuk bekerja setiap hari agar tidak membebani kinerja platform mereka.

"Zenius juga menggandeng provider Telkomsel, XL, dan juga dengan beberapa provider lainnya untuk menghadirkan paket data gratis yang dapat digunakan untuk mengakses platform Zenius, sehingga akses ke Zenius benar-benar gratis total," kata Rohan.

[Gambas:Video CNN]


(din/eks)