Sebelumnya, Volkanolog Institut Teknologi Bandung (ITB) Mirzam Abdurrachman mengatakan suara dentuman kemungkinan terjadi akibat aktivitas gunung-gunung di sekitar Jabodetabek dan juga Gunung Anak Krakatau.
Hal ini diungkap Mirzam menanggapi peristiwa suara dentuman yang dirasakan sebagian warga di Jakarta, Bogor, dan Depok pada Sabtu (11/4) dini hari. Namun, PVMBG menyebut tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik di kedua gunung tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Hendra Gunawan juga mengatakan hal serupa dengan Devy. Ia yakin gunung di sekitar Jabodetabek dalam keadaan tenang.
Meski memprediksi dentuman berasal dari sekitar gunung Jabodetabek, namun Mirza menekankan hal tersebut masih perlu mendapat dikaji terlebih dahulu dengan data kegempaan serta perubahan temperatur dan pelepasan gas dari gunung-gunung tersebut.
Lihat juga:PVMBG Pastikan Aktivitas Gunung Salak Normal |
Selain itu, PVMBG pun telah berulang kali mengatakan dentuman juga tak berasal dari Gunung Anak Krakatau meski gunung mengalami erupsi ringan.
Hal ini diungkap Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi ESDM, hingga peneliti LIPI.
Pernyataan tersebut berdasarkan data bahwa tidak ada laporan dentuman dari Pos Pemantauan Gunung Api Anak Krakatau di Pasauran, Banten dan dari warga yang lokasinya lebih dekat dengan Gunung Anak Krakatau seperti Banten, Carita, Lampung.
Dihubungi terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memastikan bahwa suara dentuman atau gemuruh yang terdengar masyarakat di Jabodetabek bukan akibat gempa tektonik.
Kalau pada saat jam terdengar dentuman tidak ada aktivitas tektonik di sekitar Jawa Barat, Banten," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono.
Rahmat mengakui memang ada aktivitas gempa kecil di Selat Sunda pada pukul 22.59 WIB dengan magnitudo M 2,4.
Gempa tektonik itu terletak pada koordinat 6,66 LS dan 105,14 BT, tepatnya di laut pada jarak 70 kilometer arah selatan barat daya Gunung Anak Krakatau di kedalaman 13 kilometer. (jnp/eks)