PVMBG: Gunung Jabodetabek Tenang Saat Dentuman Misterius

CNN Indonesia | Senin, 13/04/2020 11:15 WIB
PVMBG menyebut kondisi gunung sekitar Jabodetabek tenang tak nampak ada aktivitas vulkanis saat terjadi dentuman misterius, Sabtu (11/4) dini hari. Ilustrasi. (WikimediaCommons/Uprising)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengatakan tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Salak dan Gunung Gede kala terjadi dentuman misterius yang terdengar di daerah Jabodetabek pada Sabtu (11/4) dini hari.

Sebelumnya, Volkanolog Institut Teknologi Bandung (ITB) Mirzam Abdurrachman mengatakan suara dentuman kemungkinan terjadi akibat aktivitas gunung-gunung di sekitar Jabodetabek dan juga Gunung Anak Krakatau.

Hal ini diungkap Mirzam menanggapi peristiwa suara dentuman yang dirasakan sebagian warga di Jakarta, Bogor, dan Depok pada Sabtu (11/4) dini hari. Namun, PVMBG menyebut tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik di kedua gunung tersebut.


"Data di Gunung Salak maupun Gunung Gede tidak menunjukkan aktivitas erupsi," kata  Kepala Bidang Mitigasi PVMBG Wilayah Timur, Devy Kamil Syahbana saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (13/4).

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Hendra Gunawan juga mengatakan hal serupa dengan Devy. Ia yakin gunung di sekitar Jabodetabek dalam keadaan tenang.

"Aman, oleh karenanya kita yakin gunung-gunung di sekitar Jakarta Selatan sedang tenang," ujar Devy.

Meski memprediksi dentuman berasal dari sekitar gunung Jabodetabek, namun Mirza menekankan hal tersebut masih perlu mendapat dikaji terlebih dahulu dengan data kegempaan serta perubahan temperatur dan pelepasan gas dari gunung-gunung tersebut.

Sebab, dentuman bisa terjadi salah satunya akibat runtuhnya dapur magma akibat aktivitas magma dari suatu gunung api. Fenomena underground explosion ini tidak selalu diikuti oleh suatu erupsi gunung api.

Selain itu, PVMBG pun telah berulang kali mengatakan dentuman juga tak berasal dari Gunung Anak Krakatau meski gunung mengalami erupsi ringan.

Hal ini diungkap Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi ESDM, hingga peneliti LIPI.

Pernyataan tersebut berdasarkan data bahwa tidak ada laporan dentuman dari Pos Pemantauan Gunung Api Anak Krakatau di Pasauran, Banten dan dari warga yang lokasinya lebih dekat dengan Gunung Anak Krakatau seperti Banten, Carita, Lampung.

Oleh karena itu, sumber dentuman kemudian beralih ke Gunung Gede dan Gunung Salak yang berada di kawasan Jabodetabek.

Dihubungi terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memastikan bahwa suara dentuman atau gemuruh yang terdengar masyarakat di Jabodetabek bukan akibat gempa tektonik.

Kalau pada saat jam terdengar dentuman tidak ada aktivitas tektonik di sekitar Jawa Barat,  Banten," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono.

Rahmat mengakui memang ada aktivitas gempa kecil di Selat Sunda pada pukul 22.59 WIB dengan magnitudo M 2,4.

Gempa tektonik itu terletak pada koordinat 6,66 LS dan 105,14 BT, tepatnya di laut pada jarak 70 kilometer arah selatan barat daya Gunung Anak Krakatau di kedalaman 13 kilometer. (jnp/eks)

[Gambas:Video CNN]