Uji Produk

Nasib Huawei P40 Pro Selepas Google Pergi

eks, CNN Indonesia | Selasa, 05/05/2020 20:49 WIB
Huawei P40 Huawei meluncurkan seri P40 lagi-lagi tanpa dukungan Google (Dok. Huawei)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di tengah jegalan pemerintah Amerika Serikat terhadap Huawei, ternyata tak menyusutkan langkah perusahaan teknologi itu untuk kembali meluncurkan produk flagship mereka, Huawei P40 dan P40 Pro, meski tanpa dukungan Google.

Serupa dengan pendahulunya, P30 dan P30 Pro, ponsel ini pun tak dilengkapi dengan Google Mobile Service (GMS). Bagi kebanyakan pengguna tentu ini cukup menjadi kendala mereka untuk memilih membeli ponsel itu.

Tapi, tahun lalu Huawei sesumbar kalau penjualan P30 mereka yang tak dilengkapi dengan aplikasi Google terjual 10 juta unit dalam 85 hari. Angka tersebut memecah rekor penjualan 3 bulan pertama Huawei dan lebih cepat dari penjualan seri P20.


Tanpa akses ke layanan GMS, artinya pengguna tak bisa mendapat akses ke Google Play Store dan berbagi aplikasi esensial besutan Google seperti Google Maps hingga Youtube.

Percobaan mengunduh aplikasi-aplikasi itu lewat pihak ketiga pun tidak membantu. Aplikasi-aplikasi itu tetap ogah dipasang ke perangkat Huawei. Mereka melabeli ponsel ini sebagai 'perangkat tidak bersertifikasi dan tak berlisensi'.

Selain tak bisa mengakses berbagai aplikasi Google, pengguna juga kehilangan akses pada perpustakaan aplikasi yang ada di Google Play Store. Akibatnya, banyak aplikasi yang lumrah digunakan sehari-hari jadi sulit ditemukan.

Huawei memang menyediakan toko aplikasi bawaan App Galery. Namun, ketersediaan aplikasi di toko alternatif ini jauh dari lengkap. Aplikasi besutan sesama pengembang China seperti PUBG pun tidak tersedia di toko aplikasi besutan Huawei ini.

Saat ini Huawei terus menambah kerjasama dengan para pengembang untuk menambah kelengkapan toko aplikasinya itu. Beberapa aplikasi seperti beberapa layanan ecommerce seperti Tokopedia dan Lazada sudah tersedia di toko aplikasi ini. Begitupula dengan layanan aplikasi transportasi seperti Grab dan Gojek.

Huawei P40 Pro GojekAplikasi Gojek tak bisa dipasang ke perangkat Huawei. (dok. CNNIndonesia.com/ M. Ikhsan)
Namun, ketika dicoba diunduh, aplikasi Grab dan Gojek tak bisa digunakan. Tak ayal lantaran kedua aplikasi ini mengandalkan Google Maps untuk melakukan layanan. 

"Google tidak akan berjalan tanpa layanan Google Play yang tidak didukung oleh perangkat Anda," demikian tertulis pada kotak peringatan yang muncul di aplikasi Gojek.

Selain itu, Huawei memberikan toko aplikasi alternatif ID3 Store. Toko apliaksi ini terbilang punya koleksi lebih baik. Setidaknyal aplikasi populer bagi pengguna Indonesia seperti PUBG, tersedia di toko ini.

Jika tidak puas dengan toko aplikasi bawaan Huawei ini, pengguna bisa menjajal toko aplikasi pihak ketiga lain seperti APK Pure atau Amazon App Store for Android. Instal toko aplikasi ini dari peramban.  

Selain mengunduh dari toko aplikasi pihak ketiga, cara lain adalah dengan mengunduh aplikasi Phone Clone. Aplikasi ini akan mengopi seluruh aplikasi yang ada di perangkat Huawei, Android, atau iOS lama pengguna ke perangkat baru.

Untuk menggunakan fitur tersebut, beri label pada ponsel pengirim sebagai ponsel lama dan Huawei P40 Pro sebagai ponsel baru di aplikasi itu. Setelah dipilih, ponsel baru mesti memindai kode QR pada ponsel yang ditandai sebagai perangkat lama. Setelahnya, aplikasi di ponsel lama pun bakal terpasang juga ke ponsel baru.

Namun, lagi-lagi aplikasi Google tak bisa dipasang di perangkat Huawei ini. Selain itu, aplikasi-aplikasi itu nantinya tak bisa diperbarui. Sebab, untuk melakukan pembaruan, mereka harus terhubung dengan Play Store. Maka, pengguna mesti melakukan Phone Clone lagi jika terjadi pembaruan.

Tampilan dan Performa

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4