Layar Sentuh Bantu Penerbangan SpaceX ke Stasiun Luar Angkasa

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Selasa, 02/06/2020 01:57 WIB
NASA astronauts Douglas Hurley, left, and Robert Behnken wave while seated in a Tesla SUV on their way to Pad 39-A, at the Kennedy Space Center in Cape Canaveral, Fla., Saturday, May 30, 2020. The two astronauts will fly on a SpaceX test flight to the International Space Station. For the first time in nearly a decade, astronauts will blast into orbit aboard an American rocket from American soil, a first for a private company. (AP Photo/John Raoux) Dua astronaut AS yang menjalankan misi ke luar angkasa hasil kerja sama NASA dan SpaceX. (Foto: AP/John Raoux)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah menjadi astronaut pertama meluncur ke luar angkasa sejak NASA menutup program pesawat ulang-aliknya pada 2011, kedua astronaut Bob Behnken dan Doug Hurley juga jadi yang pertama mengemudikan pesawat luar angkasa yang menggunakan layar sentuh di kabinnya.

Astronaut Bob Behnken dan Doug Hurley berhasil meluncurkan roket dan mengaitkan kapsul Crew Dragon milik SpaceX dengan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), sekitar pukul 10.16 waktu timur (ET) atau pukul 21.16 WIB, Minggu (31/5).

Kapsul berhasil terkait setelah melewati 19 jam perjalanan sejak meluncur dengan roket dari Florida, Amerika Serikat.


Perjalanan bersejarah ini merupakan bagian dari proyek kerja sama NASA dan SpaceX. Dalam kapsul, Behnken dan Hurley 'cukup' mengendalikan pesawat dengan tiga panel layar sentuh dan beberapa tombol di bawahnya.

Selain memiliki kontrol layar sentuh, pesawat ini juga merupakan kendaraan otonom (bergerak otomatis tanpa dikendalikan manusia). Kru bisa menempatkan pesawat ke 'mode manual' dan mengendalikannya secara langsung.

Melansir dari The Verge, sebelumnya mereka harus melalui tes mengemudi pada Sabtu (30/5). Tes singkat ini menuntut mereka untuk mengoperasikan Crew Dragon secara manual dan memastikan semua bekerja.



Tes ini pun disiarkan dan orang bisa melihat kemudahan mengendalikan pesawat luar angkasa semudah menggunakan Twitter, Instagram atau Tinder.

"Sebagai pilot, seluruh karier saya punya cara tertentu untuk mengemudikan kendaraan, ini tentu berbeda," ujar Hurley dalam konferensi pers awal Mei 2020 lalu dikutip dari Space.

Sementara itu, Norm Knight, wakil direktur NASA Johnson Space Center Flight Operations, mengamini ada sebagian orang yang meragukan teknologi kekinian ini. Namun ia menepisnya dan meyakinkan bahwa Space X bekerja dengan para astronot untuk membuat teknologi antarmuka yang dapat diandalkan dan bekerja dengan baik.

"Ada banyak pengujian dan evaluasi yang masuk ke ergonomi penempatan apa yang ada di tampilan layar, bagaimana tampilan dipresentasikan pada kru," ujarnya. (els/mik)

[Gambas:Video CNN]