Ketika pengguna mengetik kata kunci 'racist' atau rasis di laman pencarian, alhasil akun resmi Twitter pria berusia 73 tahun itu yakni @realDonaldTrump berada di puncak pencarian tepatnya di kolom 'People' atau orang.
Ketik kata 'racist' lalu klik 'people', maka akun Donald Trump muncul menempati peringkat pertama. Sementara akun-akun berikutnya yang muncul menyertakan kata-kata anti-rasis pada bagian nama mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akun Donald Trump diidentikkan dengan kata kunci rasis. (Screenshot via twitter) |
Trump lantas menuduh Twitter telah mencederai kebebasan berpendapat. Trump pun lantas menandatangani surat perintah Presiden yang menghapus kekebalan hukum media sosial di Amerika Serikat.
Lalu, Twitter kembali menandai kicauan Presiden Amerika Donald Trump soal kerusuhan yang terjadi di Minneapolis, pasca insiden kematian George Floyd. Twitter menilai kicauan Trump melanggar aturan tentang kekerasan.
[Gambas:Twitter]
"Kami telah mengambil tindakan untuk mencegah orang lain terinspirasi untuk melakukan tindakan kekerasan, tetapi tetap menyimpan Tweet di Twitter karena penting agar publik masih dapat melihat Tweet tersebut karena relevansinya dengan masalah yang sedang berlangsung dan menjadi kepentingan publik," kata Twitter dilansir CNBC.
Akibat aksi Twitter ini, Partai Republik yang merupakan partai pendukung Trump menyerang platform media sosial tersebut. Mereka menyebut cuitan para pendukung partai itu telah disensor Twitter, Facebook, dan perusahaan media sosial lain. Tapi, perusahaan media sosial tersebut menolak tuduhan tersebut.
(eks/eks)
Akun Donald Trump diidentikkan dengan kata kunci rasis. (Screenshot via twitter)