Usai Kasus Floyd, Wanita Afrika-AS Jadi Nama Markas Baru NASA

CNN Indonesia | Jumat, 26/06/2020 12:24 WIB
NASA astronauts Bob Behnken and Doug Hurley ride past the Vehicle Assembly Building on the way to Launch Pad 39-A and a planned liftoff on the SpaceX Falcon 9 and the Dragon crew capsule, Saturday, May 30, 2020, at the Kennedy Space Center in Cape Canaveral, Fla. (AP Photo/Chris O'Meara) Ilustrasi NASA (AP/Chris O'Meara)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Antariksa Amerika (NASA) memutuskan untuk memberi nama markas terbaru mereka yaitu diambil dari nama ilmuwan perempuan keturunan Afrika-Amerika pertama, Mary W. Jackson, usai kasus rasial George Floyd.

Nantinya, markas baru NASA Mary W. Jackson akan didirkan di Hidden Figures Way.

"Mary W. Jackson adalah bagian dari kelompok ilmuwan wanita yang sangat penting membantu NASA berhasil menerbangkan astronaut Amerika ke luar angkasa," kata Administrator NASA, Jim Bridenstine.


Pemberitaan ini muncul setelah kasus kematian George Floyd merebak di AS. Kematian Floyd disebut akibat polisi yang menangkap pria Afrika-Amerika itu melakukan kesalahan teknik penguncian tubuh.

Polisi menggunakan lutut untuk mengunci leher korban. Hal ini membuat Floyd sulit bernapas dan akhirnya meninggal. Kasus Floyd ini akhirnya mengundang gelombang protes besar-besaran di AS dan beberapa negara dunia. Para demonstran meminta keadilan dan agar polisi menghentikan tindak kekerasan.

"Mary tidak pernah menerima status quo, dia membantu memecahkan hambatan dan membuka peluang bagi orang Afrika-Amerika dan wanita di bidang teknik serta teknologi," lanjutnya, seperti dikutip CNN

Jackson memulai karirnya dengan NASA di West Area Computing Unit (Unit Komputasi Area Barat) yang terpisah dari Langely Research Center yang ditempatkan di Hampton, Virgnia, AS.

Sebagai seorang ahli matematika dan ilmuwan luar angkasa, Jackson memimpin program-program yang bertujuan untuk mengangkat status pekerja wanita di NASA.

Kiprah Mary W. Jackson selama bekerja di NASA sempat dibukukan dan dikisahkan dalam sebuah film berjudul 'Hidden Figures'.

Film itu menjadi salah satu film terpopuler pada masanya dan dibintangi aktris Janelle Monae.

"Kami akan terus mengakui kontribusi wanita keturunan Afrika-Amerika dan orang-orang dari semua latar belakang yang telah membantu membangun sejarah sukses NASA untuk misi eksplorasi ke antariksa," pungkas Bridenstine mengutip laman resmi NASA

Ia memutuskan pensiun dari NASA pada 1985 dan tutup usia diumur 83 tahun pada 2005 silam.

Pada November 2019, Mary W. Jackson dianugerahkan Hidden Medalial Act of Gold Medal Act oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Tak hanya Jackson, ada tiga rekan ilmuwan NASA keturunan Afrika-Amerika lain yang menerima penghargaan yaitu Christine Darden, Katherine Johnson, dan Dorothy Vaughan.

(din/eks)

[Gambas:Video CNN]