Menurut rencana perusahaan bakal mengirimkan kembali satelit pada 3 Juni waktu setempat. Misi ke-8 Satelit Starlink diumumkan oleh laman resmi Kennedy Space Center.
Proyek satelit Starlink yang memakan biaya sampai Rp144,7 triliun ini akan meluncur dari Kennedy Space Center, Cape Canaveral Florida, AS pukul O8:55 malam waktu setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak seperti peluncuran sebelumnya, pihak Kennedy Space Center tidak memperbolehkan masyarakat umum untuk menyaksikan peluncuran ini secara langsung.
Sejauh ini SpaceX telah meluncurkan 420 satelit Starlink. Peluncuran yang terakhir kali dilakukan pada Mei 2019 menggunakan foket Falcon 9, seperti dilansir Space Flight Now.
Sebelumnya, SpaceX menjadwalkan peluncuran misi ke-8 Satelit Starlink pada Mei 2020. Namun mesti diundur karena ada badai tropis Arthur yang terjadi di timur laut Cape Canaveral yang terletak di Samudera Atlantik.
Drone 'Of Course I Still I Love You' pun dikerahkan di Samudera Atlantik untuk mendaratkan Falcon 9 setelah berhasil meluncurkan satelit ke orbit.
Drone lain milik SpaceX yaitu 'Just The Read Instructions' pun sudah lebih dulu disiapkan di Port Canaveral untuk misi satelit Starlink selanjutnya.
Kemudian setengah dari 7.500 satelit orbit sangat rendah harus diluncurkan hingga November 20214. Sisanya harus segera diluncurkan hingga November 2027.
Tujuan akhir dari proyek ini adalah untuk meluncurkan hampir 12 ribu satelit ke orbit di sekitar Bumi, menghubungkannya dengan sinar laser. Apabila bisa terjadi, maka seluruh penjuru dunia bisa terkoneksi dengan jaringan internet kecepatan tinggi. (din/mik)