Perkuat Jaringan, SpaceX akan Kirim Satelit Internet Starlink

Dini Nur Asih, CNN Indonesia | Kamis, 04/06/2020 04:07 WIB
Peluncuran roket pesawan ruang angkasa nasa spacex Ilustrasi SpaceX. (Foto: (dok. NASA/Joel Kowsky))
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah berhasil mendaratkan dua astronaut NASA ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) beberapa waktu lalu, SpaceX akan kembali mengirimkan satelit internet Starlink ke orbit. Misi ini untuk performa sinyal pada daerah-daerah yang tidak terjangkau.

Menurut rencana perusahaan bakal mengirimkan kembali satelit pada 3 Juni waktu setempat. Misi ke-8 Satelit Starlink diumumkan oleh laman resmi Kennedy Space Center.

Proyek satelit Starlink yang memakan biaya sampai Rp144,7 triliun ini akan meluncur dari Kennedy Space Center, Cape Canaveral Florida, AS pukul O8:55 malam waktu setempat.


Nantinya, satelit-satelit internet itu akan dibawa oleh roket Falcon 9, seperti dikutip CNET Selasa (2/6).

Tidak seperti peluncuran sebelumnya, pihak Kennedy Space Center tidak memperbolehkan masyarakat umum untuk menyaksikan peluncuran ini secara langsung.

Sebagai penggantinya, peluncuran akan disiarkan secara langsung melalui platform media sosial mereka yaitu di akun Twitter @ExploreSpaceKSC dan laman Facebook Kennedy Space Center Visitor Complex.

Sejauh ini SpaceX telah meluncurkan 420 satelit Starlink. Peluncuran yang terakhir kali dilakukan pada Mei 2019 menggunakan foket Falcon 9, seperti dilansir Space Flight Now.

Peluncuran pada awal Juni ini diperkirakan akan membawa 60 satelit yang masing-masing memiliki bobot seperempat ton.

Sebelumnya, SpaceX menjadwalkan peluncuran misi ke-8 Satelit Starlink pada Mei 2020. Namun mesti diundur karena ada badai tropis Arthur yang terjadi di timur laut Cape Canaveral yang terletak di Samudera Atlantik.

Drone 'Of Course I Still I Love You' pun dikerahkan di Samudera Atlantik untuk mendaratkan Falcon 9 setelah berhasil meluncurkan satelit ke orbit.

Drone lain milik SpaceX yaitu 'Just The Read Instructions' pun sudah lebih dulu disiapkan di Port Canaveral untuk misi satelit Starlink selanjutnya.

Sebelumnya, Komisi Komunikasi Federal (FCC) telah memberikan tenggat waktu pada SpaceX hingga April 2024 untuk meluncurkan setengah dari 4.400 satelit orbit rendah dan sisanya harus diluncurkan hingga April 2027.

Kemudian setengah dari 7.500 satelit orbit sangat rendah harus diluncurkan hingga November 20214. Sisanya harus segera diluncurkan hingga November 2027.

Tujuan akhir dari proyek ini adalah untuk meluncurkan hampir 12 ribu satelit ke orbit di sekitar Bumi, menghubungkannya dengan sinar laser. Apabila bisa terjadi, maka seluruh penjuru dunia bisa terkoneksi dengan jaringan internet kecepatan tinggi. (din/mik)

[Gambas:Video CNN]