Netizen Mimpikan Duet Elon Musk-Kanye West di Pilpres AS 2020

CNN Indonesia | Minggu, 05/07/2020 16:30 WIB
elon musk dan kanye west Netizen ramai berandai-andai jika Kanye West dan Elon Musk menjadi pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres AS 2020. (Screenshot via twitter @kanyewest).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pendiri SpaceX dan Tesla Elon Musk mendukung penuh langkah Kanye West sebagai salah satu kandidat calon presiden di Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) 2020.

Pernyataan itu ia ungkapkan lewat cuitan di akun Twitter @elonmusk, tak lama setelah Kanye mengumumkan pencalonan dirinya di akun Twitter pribadi @kanyewest hari ini (5/7).

"You have my full support! (kamu mendapatkan dukungan penuh dari aku)," kata Musk.


Sontak, dukungan Musk terhadap West itu menghebohkan sejumlah warganet di media sosial Twitter.

Akun @grandayy bahkan mengunggah foto West dan Musk yang tengah berdampingan seperti mengandaikan keduanya bisa berduet di Pilpres AS 2020 pada November mendatang.

Warganet lain menyebut jika duet antara Musk dan Kanye di Pilpres AS 2020 terwujud, pandemi virus corona Covid-19 bakal segera menghilang.

"2021 bisa menjadi gila. Kanye sebagai presiden dan Elon Musk sebagai wakil presiden, corona akan pergi dan semua orang bakal bermain PS5," cuit @hoodniggademiks.

Dilansir dari Business Insider, foto keduanya itu diambil saat Kanye mengunjungi kediaman Musk pada 1 Juli 2020 lalu.

Pada foto tersebut, Musk mengenakan sepatu hasil kolaborasi antara Adidas dan West yaitu Yeezy 500 Slate High yang dibanderol US$200 atau sekitar Rp3 juta.

Musk diketahui telah menjalin pertemanan dengan rapper kenamaan Afrika-Amerika itu sejak 2015 silam. Musk pun sempat memuji West di majalah Times 100.

"Kanye sangat yang dengan dirinya sendiri dan memiliki keuletan yang luar biasa. Single lagu pertamanya yang membawa Kanye sampai ke titik ini dan ia terus berjuang di panteon budaya dengan satu tujuan," kata Musk.

Elon Reeve Musk lahir di Afrika Selatan pada 28 Juni 1971, ia mendirikan Space Exploration Technologies (SpaceX), pada bulan Juni 2002 dan menjabat sebagai CEO dan CTO. SpaceX mengembangkan dan memproduksi wahana luncur antariksa sambil memajukan teknologi roket.

Dua wahana luncur pertama buatan perusahaan ini adalah roket Falcon 1 dan Falcon 9. Wahana antariksa pertamanya adalah Dragon.

SpaceX memenangkan kontrak NASA senilai $1,6 miliar pada 23 Desember 2008 untuk 12 penerbangan roket Falcon 9 dan wahana antariksa Dragon ke International Space Station (ISS/Stasiun Luar Angkasa Internasional), menggantikan program Space Shuttle setelah dihentikan tahun 2011.

(din/sfr)