Imbas Denny Siregar, Telkomsel Pelototi Pegawai dan Rekanan

CNN Indonesia | Senin, 13/07/2020 17:45 WIB
elkomsel hadir dalam event besar berskala nasional Pekan Raya Indonesia (PRI) yang diselenggarakan di ICE-Serpong mulai tanggal 20 Oktober - 18 November 2016. Dengan mengusung semangat penguatan ekosistem 4G LTE, Telkomsel menghadirkan sejumlah produk dan layanan terbaru, khususnya yang dapat menunjang gaya hidup digital pelanggan, seperti kartu simPATI dengan kuota 12GB, layanan migrasi/upgrade uSIM 4G LTE gratis, layanan games online, layanan bundling video streming HOOQ, bazzar Hape 4G di bawah Rp 1 juta, hingga layanan TCASH Cafe yang menyediakan paket promo harga khusus dari sejumlah merchant kuliner pilihan. Ilustrasi. Telkomsel tegaskan bakal proses hukum setiap pelaku pembocoran data pribadi pelanggan (Dok. Telkomsel)
Jakarta, CNN Indonesia --

Telkomsel memastikan setiap akses ilegal terhadap data pelanggan bakal diproses secara hukum. Hal ini diungkap Setyanto Hantoro, Direktur Utama Telkomsel dalam konferensi pers yang digelar usai kasus kebocoran data Denny Siregar terungkap ke publik.

"Setiap akses ilegal baik secara sistem maupun orang akan kami proses secara hukum," tegasnya lewat konferensi pers virtual di Jakarta, Senin (13/7).

Terkait pembobolan data yang dilakukan oleh pegawai alih daya, menurutnya hal itu akan ditanggulangi dengan mendisiplinkan pegawai untuk mengikuti prosedur yang ada.


"SOP sudah ada, tinggal bagaimana mendisiplinkan orang menjalankan standar prosedur pada saat menggunakan data atau mengumpulkan data," jelas Setyanto.

Telkomsel juga menyebut selalu melakukan pembinaan dan memiliki standar untuk melakukan rekrutmen pegawai.

Setyanto menambahkan Telkomsel akan terus melakukan penyempurnaan dan perbaikan serta pengembangan sistem operasional kerja secara menyeluruh, mulai dari sistem perlindungan dan keamanan data pelanggan dengan menyesuaikan perkembangan teknologi yang ada.

"Hingga pengetatan prosedur kewenangan akses ke seluruh sistem operasional dan pemilihan petugas layanan yang lebih berkualitas, baik secara kompetensi maupun perilaku dan integritas sumber daya manusianya," 

Telkomsel mengklaim akan berkomitmen untuk tidak mentolerir segala tindakan yang tidak bertanggung jawab dan melanggar hukum, serta memastikan penerapan sanksi tegas bagi oknum pelaku dan akan menindaklanjutinya sesuai proses hukum yang berlaku. 

Sebelumnya, Bareskrim Polri menyatakan pelaku dugaan kasus pembobolan data pribadi pegiat media sosial, Denny Siregar, merupakan pegawai yang dipekerjakan dengan sistem alih daya.

Pegawai ini mengakses basis data pelanggan operator seluler Telkomsel atas nama Denny Siregar dan disebar luaskan ke pihak ketiga dengan memotret layar komputer.

Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Reinhard Hutagaol menyebut pelaku adalah seorang karyawan outsourcing (alih daya) dari GraPARI Tekomsel di Rungkut, Surabaya, Jawa Timur berinisial FPH.

Menurut Reinhard, FPH tidak memiliki kewenangan untuk mengakses database Telkomsel. Namun, FPH tetap mengakses database tersebut tanpa perintah dari atasan.
Dari file yang berhasil dibuka, FPH mendapatkan dua data, yakni tentang pelanggan dan data mengenai device pelanggan.

"Segala tindakan apapun yang tidak sesuai dengan SOP yang sudah berjalan tidak ada toleransi. Ada sanksi baik secara administratif maupun sanksi yang bisa masuk ke ranah hukum," tegas Deni Abidin, VP Corporate Communications Telkomsel.

Lebih lanjut, Muharam Perbawamukti Direktur Human Capital Management Telkomsel selalu melakukan evaluasi internal untuk menghindari hal serupa terulang lagi.

"Hal yang seperti kemarin (terkait kebocoran data Denny Siregar), perbaikan pasti ada...kejadian bisa komplain pelanggan, breach (pelanggaran), ilegal access (akses ilegal) dan sebagainya...selalu ada review...secara teknis maupun SOP," tuturnya.

Namun, Muharam tak memberikan keterangan lebih lanjut detil perbaikan yang akan dilakukan.

(eks/DAL)

[Gambas:Video CNN]