Gabung Grab Sejak Pandemi, Penjualan Naik 3 Kali Lipat

Grab Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 14/07/2020 16:12 WIB
Ilustrasi Grab, Jakarta (13/12). (CNN Indonesia/ Hesti Rika) Jessyca merasakan banyak keuntungan usai gabung Grab. Jaringan Grab membuat warungnya menjangkau lebih banyak pelanggandan penjua;ammua naik 3 kali lipat. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jessyca Maslie tak pernah menyangka keputusannya untuk men-digital-kan warung sembako milik orang tuanya berbuah manis.

Perempuan berambut sebahu itu bercerita warung orang tuanya sudah berjalan sejak 2004. Selama lebih dari 1,5 dekade warung sembako yang berlokasi di pasar itu berjalan bak warung tradisional lainnya.

Namun sejak pandemi dan pembatasan sosial skala besar, penjualan menurun. Banyak pembeli yang segan ke pasar. Ini yang mendorong Jessyca coba berinovasi ke online dengan mendaftarkan warung orang tuanya di pasar itu dengan Grab.


"Sudah 3 bulan ini aku buka usaha online. Awal-awalnya itu, barang cuma aku taruh di Instagram, buat langganan deket rumah, yang biasa ke toko. Kalo mau beli, mereka bisa liat barangnya di IG, dan aku sama mama yang anterin barangnya. Lama-lama cape juga, dapatnya nggak seberapa," ujar Jessyca mengutip Grab Indonesia, Selasa (14/7).

Hingga saat ini Jessyca bersama orang tuanya menjalankan usaha tersebut di dua kaki--online dan offline, agar memudahkan masyarakat sekitar dalam berbelanja.

"Orang tua masih ke pasar sampai jam 11. Habis itu aku lanjut online. Jadi, aku online. Orang tua, offline."

Jessyca menyadari bahwa untuk sukses dalam berbisnis tak bisa hanya menunggu pelanggan datang. Pemilik usaha harus berani berpikir kreatif dan jemput bola.

"Aku jadi belajar gimana jualan online, dan dalam 3 bulan 3.500 produk terjual."

"Pas awal-awal pandemi, banyak orang yang naikin harga. Tapi toko kami ga naikin harga. Toh dari supplier naiknya masih wajar. Jadi harga ya sewajarnya aja. Ga perlu aji mumpung. Mungkin itu yang membuat toko langsung rame. Harga kita normal, banding yang lain."

Ia merasakan banyak keuntungan setelah gabung ke dalam ekosistem Grab. Modal jaringan yang luas dari Grab membuat warungnya bisa menjangkau pelanggan lebih banyak, tak cuma tetangga.

"Sekarang enaknya pelanggan perlu cepet bumbu masakan, tinggal di-Grab. Kalo mau di-Grab pagi, mereka udah chat dari malem. Ga anter sendiri lagi. Ga cape," ceritanya bersemangat.

Meski saat ini memasuki fase new normal dan aktivitas kembali berjalan seperti biasa, Jessyca mengaku akan terus menjalankan bisnisnya bersama Grab.

"Pasar sih udah kembali rame. Tapi kami belajar dari pengalaman, dan online akan terus dilakukan. Kenapa, karena online, kita bisa #TerusUsaha, dan malah naik penjualan 3 kali lipat."

(fef)

[Gambas:Video CNN]