Inggris Resmi Larang Huawei Kembangkan 5G

CNN Indonesia | Rabu, 15/07/2020 03:19 WIB
Bucharest, Romania -  June 25, 2020: A logo of Huawei, Chinese telecommunications equipment company, is displayed on the top of a building, in Bucharest, Romania. Raksasa teknologi China, Huawei. (Foto: istockphoto/lcva2)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Inggris resmi melarang Huawei membangun jaringan 5G, Selasa (14/7), dengan alasan keamanan nasional. Langkah ini mengikuti kebijakan sekutu terdekat Inggris, Amerika Serikat.

Dikutip CNN.com, Inggris memberikan izin kepada operator lain seperti BT dan Vodafone untuk mengganti semua peralatan 5G dari Huawei hingga 2027.

Menteri Digital dan Kebudayaan Inggris Oliver Dowden mengakui sanksi AS terhadap Huawei pada Mei lalu telah berpengaruh signifikan dalam keputusan melarang Huawei mengembangkan 5G di Inggris.


"Ini bukan kebijakan yang mudah, tetapi harus dilakukan demi jaringan komunikasi Inggris, keamanan nasional dan perekonomian kami," kata Dowden seperti dikutip dari AFP.

Kebijakan Inggris ini jadi angin segar bagi pemerintahan Donald Trump yang telah sejak lama mendesak sekutunya itu untuk mengenyahkan Huawei dari jaringan 5G. AS berkeyakinan perusahaan China itu bisa menjadi ancaman keamanan.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo bulan lalu menyatakan bahwa penolakan terhadap Huawei dipicu oleh kesadaran masyarakat internasional akan bahaya dari Partai Komunis China yang disebutnya sebagai rezim mata-mata (surveilans).

Kebijakan Inggris ini bisa mendapat balasan dari China, yang dapat menyulitkan Inggris di tengah upayanya mencari peluang pasar baru setelah keluar dari Uni Eropa (Brexit).

Namun, kebijakan Inggris tetap menjadi pukulan telak bagi Huawei yang telah beroperasi di sana selama 20 tahun. 

Eropa adalah pasar kunci bagi Huawei, yang menyumbang 24 persen penjualan pada tahun lalu. Pada Senin lalu Huawei juga telah merilis laporan tengah tahun yang menyatakan pelambatan pertumbuhan.

Sebelumnya, perusahaan ini telah mengalami kemunduran penjualan ponsel pintar, setelah Washington melarang Huawei masuk dalam Google apps. Akibat kebijakan itu daya tarik Huawei di luar China kian terkikis.

Huawei menyatakan kekecewaannya terhadap kebijakan Inggris dan mengaitkan kebijakan itu dengan pengaruh Amerika Serikat. 

"Sangat disayangkan masa depan kami di Inggris telah dipolitisasi dan ini bukan tentang isu keamanan, namun semata-mata karena terkait isu kebijakan dagang AS. Selama dua puluh tahun, Huawei selalu fokus untuk membangun negara Inggris yang terhubung lebih baik," kata juru bicara Huawei di Inggris, Edward Brewster.

"Sebagai pelaku bisnis yang memiliki tanggung jawab tinggi, kami senantiasa menjunjung tinggi untuk senantiasa memberikan dukungan penuh kepada para pelanggan kami guna mendukung terwujudnya Inggris yang makin terhubung dan lebih baik," ucap  Brewster kemudian.

(AFP/CNN/wis)

[Gambas:Video CNN]