TikTok Aplikasi Terpopuler, Kalahkan WhatsApp dan Zoom

CNN Indonesia | Jumat, 17/07/2020 01:48 WIB
tiktok Ilustrasi Tiktok. Tiktok menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh kalahkan Whatsapp dan Zoom (AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

TikTok menjadi aplikasi non-gaming yang paling populer selama Juni 2020. Pengunduhan aplikasi ini mengalahkan Zoom dan Whatsapp.

Aplikasi buatan China tersebut menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh selama bulan Juni meski mendapat jegalan berupa pelarangan di India. 

Bahkan TikTok mengalahkan aplikasi video conference, Zoom yang marak digunakan selama masa pandemi Covid-19. Laporan dari Sensor Tower mencatat TikTok diunduh sebanyak 87 juta kali pada Juni 2020. Meningkat 52,7 persen year on year (yoy) dibanding Juni 2019.


10 aplikasi yang paling banyak diunduh pada Juni 2020 di App Store dan Google Play Store sebagai berikut.

1. Tiktok
2. Zoom
3. Facebook
4. Whatsapp
5. Instagram
6. Google Meet
7. Messenger
8. Faceapp
9. Telegram
10. Youtube

Negara-negara yang paling banyak mengunduh aplikasi selama periode ini adalah India sebesar 18,8 persen dari total keseluruhan pengunduhan. Disusul oleh Amerika Serikat sebesar 8,7 persen.

Angka unduhan aplikasi berasal dari platform Store Intelligence milik Sensor Tower.

Dilansir dari situs Sensor Tower,  Zoom harus puas berada di peringkat kedua dengan angka pengunduhan sebanyak 71,2 juta, meningkat sebanyak 34 kali dibanding Juni 2019.

Negara terbanyak yang mengunduh Zoom adalah India sebesar 30,8 persen dari total unduhan, diikuti oleh AS sebesar 11,3 persen.   

Sebelumnya, India telah melarang TikTok dan 59 aplikasi China lainnya sebagai buntut konflik di perbatasan Himalaya antara dua negara. Aplikasi yang dilarang selain TikTok termasuk aplikasi populer seperti Hago, Bigo hingga Mobile Legends. 

Amerika Serikat juga hendak melarang TikTok. Dilansir dari CNN, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan pemerintah mempertimbangkan pelarangan TikTok dan berbagai aplikasi media sosial Cina lainnya. 

Di sisi lain TikTok berencana menghentikan operasional di Hong Kong setelah negara tersebut mengadopsi undang-undang keamanan nasional baru yang memberikan kekuatan kepada China.

(jnp/eks)

[Gambas:Video CNN]