Bio Farma Bakal Ambil 1.620 Sampel Uji Klinis Vaksin Corona

Dini Nur Asih, CNN Indonesia | Senin, 20/07/2020 22:48 WIB
Sampel yang akan diambil yakni dari kalangan usia antara 18-59 tahun untuk diuji klinis. Ilustrasi vaksin (iStockphoto/simon2579)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bio Farma akan mengambil sampel sebanyak 1.620 subjek dengan rentang usia antara 18-59 tahun untuk uji klinis tahap ketiga vaksin Covid-19 yang didatangkan dari China dengan kriteria tertentu.

Sisa dari vaksin tersebut akan digunakan untuk diuji di beberapa lab seperti Bio Farma dan Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN).

"Uji klinis vaksin Covid-19 ini akan dilaksanakan di Pusat Uji Klinis yaitu di Fakultas Kedokteran UNPAD yang akan mengambil sample sebanyak 1.620 subjek dengan rentang usia antara 18-59 tahun," kata Direktur Utama Bio Fama Honesti Basyir dikutip dari keterangan rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (20/7) malam.


Apabila uji klinis vaksin Covid-19 tahap ketiga berhasil dilakukan maka Bio Farma akan memproduksi vaksin secara massal pada kuartal pertama 2021 mendatang.

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengkonfirmasi bahwa vaksin corona dari China masuk ke Indonesia. Vaksin buatan Sinovac tersebut sedang menjalani uji klinis tahap ketiga oleh PT Bio Farma (Persero).

"Iya, memang vaksin Sinovac sudah sampai di Indonesia, sekarang dalam proses uji klinis di Bio Farma," ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga, Senin (20/7).

Diharapkan, setelah lolos hasil uji klinis tersebut, vaksin Sinovac dapat segera diproduksi di dalam negeri.

Arya menuturkan beberapa negara mengajak BUMN kesehatan itu untuk bekerja sama. Ia juga menambahkan bahwa vaksin yang diterima Indonesia akan berbeda dengan vaksin-vaksin lainnya."Bio Farma di kalangan internasional, di dunia vaksin memang sangat terkenal dan dianggap mampu membuat dan melakukan uji klinis. Sangat mampu," jelasnya.

"Jangan heran, memang Bio Farma dipercaya beberapa negara untuk diikutsertakan," imbuh dia.

(bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK