TikTok Disebut Dibidik Investor AS Guna Hindari Sanksi Trump

Jonathan Patrick, CNN Indonesia | Jumat, 24/07/2020 08:31 WIB
Kelompon investor dari Amerika Serikat dikabarkan tertarik memiliki saham mayoritas aplikasi TikTok. Logo TikTok. (Foto: AP Photo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah investor dari Amerika Serikat (AS) yang berinvestasi di Bytedance China dikabarkan tertarik memiliki saham mayoritas aplikasi TikTok sebagai langkah menghindari sanksi blokir oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.

Sekelompok investor, termasuk nama perusahaan modal ventura Sequoia dan General Atlantic muncul dalam rencana tersebut.

Para investor sedang berdiskusi dengan Departemen Keuangan AS dan regulator lain untuk membahas apakah pembelian tersebut akan meredakan kekhawatiran AS terhadap TikTok.


TikTok berencana untuk menambah 10 ribu pekerjaan di AS karena pemerintahan Donald Trump mempertimbangkan untuk melarang TikTok beroperasi di AS.

Laporan itu muncul ketika TikTok menghadapi pengawasan yang meningkat di Washington. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Cina telah meningkat ketika dua kekuatan memperebutkan perdagangan, teknologi, keamanan nasional dan hak asasi manusia.

TikTok menolak berkomentar terkait penjualan kepada investor AS. ByteDance merujuk pada pengumuman awal bulan ini bahwa perusahaan mempertimbangkan perubahan pada struktur perusahaannya.

Wall Street Journal melaporkan perubahan tersebut dapat mencakup pendirian kantor pusat untuk aplikasi TikTok di luar China, atau dewan direksi baru.

"Kami sangat percaya diri dalam keberhasilan jangka panjang TikTok dan akan mengumumkan rencana kami kepada publik ketika kami memiliki sesuatu untuk diumumkan," kata juru bicara TikTok kepada CNN dikutip Jumat (24/7).

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan pejabat AS lainnya mengatakan pemerintah mempertimbangkan untuk melarang TikTok. Dewan Perwakilan Rakyat AS memilih untuk melarang karyawan federal mengunduh TikTok pada perangkat yang dikeluarkan pemerintah.

Dilansir dari Financial Times, sebuah iklan kampanye Donald Trump di Facebook "TikTok memata-matai Anda". Bahkan menautkan iklan ke survei yang menanyakan apakah TikTok harus dilarang di Amerika Serikat.

TikTok mengalami ledakan popularitas di negeri pam sam AS dan negara-negara barat lainnya. Popularitas ini menjadikan TikTok sebagai media sosial China pertama yang mendapatkan daya tarik yang signifikan di luar negeri.

TikTok telah diunduh sebanyak 315 juta kali dalam tiga bulan pertama tahun ini. Angka tersebut membuat TikTok menorehkan sejarah sebagai aplikasi yang memiliki jumlah unduhan tiga bulanan terbanyak dalam sejarah.

(jnp/mik)

[Gambas:Video CNN]