Ristek BRIN Sebut Syarat Klaim Penemuan Obat

CNN Indonesia | Kamis, 06/08/2020 23:37 WIB
Kemenristek BRIN memaparkan sejumlah syarat seseorang bisa mengklaim penemuan obat. Ilustrasi. Kemenristek/ BRIN sebut syarat bagaimana klaim penemuan obat bisa dilakukan (iStockphoto/SARINYAPINNGAM)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek)/ Badan Inovasi dan Riset Nasional (BRIN) menyebutkan syarat seseorang bisa mengklaim penemuan obat.

Hal ini disampaikan Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kementerian Riset dan Teknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ristek BRIN), Ali Ghufron Mukti terkait dengan heboh klaim penemuan obat antibodi Covid-19 oleh Hadi Pranoto.

Menurut Ali, penemuan obat juga harus lulus uji komite etik di Ristek BRIN untuk memastikan fungsi dan efek samping obat.


Setelah terpenuhi, penemuan obat baru bisa didaftarkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mendapatkan izin edar.

"Jadi keamanan, privacy, itu penting, oleh karena itu orang melakukan penelitian harus menyusun proposal dulu, dan harus lulus komite etik, jadi tidak bisa tiba-tiba 'saya menemuka obat' nah ini tidak bisa," jelas Ali di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (7/8). 

Sebab, menurut Ali penemuan obat membutuhkan waktu penelitian yang lama agar obat tersebut berguna secara efektif.

Sebelumnya, banyak beredar kabar penemuan jamu obat Covid-19 di media sosial. Kabar tersebut beredar di video Youtube musisi Anji yang menampilkan sosok Hadi Pranoto. 

Dalam video itu, mereka membahas berbagai hal soal Covid-19. Mulai dari klaim virus corona mati pada suhu 350 derajat hingga Hadi yang disebut menemukan jamu obat Covid-19.

Sejauh ini, menurut Ali, sudah ada beberapa inovasi karya peneliti dalam negeri yang dapat dipergunakan untuk penanganan pasien Covid-19 di tanah air. Ali juga mengatakan, pengembangan inovasi ini terjadi dalam waktu singkat. 

"Dalam empat bulan kami sudah memobilisasi para peneliti dan dosen dan ahli sudah menghasilkan 60 inovasi baru, seperti perawat robot, rapid test kit, PCR, termasuk juga mobile laboratory, terakhir yang menarik ini ventilator ICU," pungkas Ali.

Ali menyebut saat ini ada 903 proposal yang telah diterima Ristek BRIN terkait obat atau alat untuk membantu menangani virus corona.

"Terakhir 903 proposal, silahkan, kami fasilitasi, tapi harus jelas rencananya seperti apa, oleh karena itu butuh proposal perencanaan," kata Ali.

Ali menekankan, pihaknya akan memfasilitasi semua penemuan dan riset terkait Covid-19, jika memenuhi syarat dan mengikuti prosedur yang ada. 

(mln/eks)

[Gambas:Video CNN]