Vendor Ponsel Optimis Cuan Di Tengah Resesi Ekonomi

CNN Indonesia | Jumat, 07/08/2020 16:39 WIB
Beberapa vendor ponsel tetap optimis dengan daya beli masyarakat meski Indonesia dibayangi potensi resesi ekonomi. Ilustrasi (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Beberapa vendor ponsel di Indonesia masih optimis dengan penjualan handphone (hp) di Indonesia, meski dibayangi potensi resesi ekonomi.

Pasalnya, ekonomi Indonesia saat ini diprediksi akan terperosok ke jurang resesi setelah Badan Pusat Statistik (BPS)  mencatat ekonomi Indonesia rontok hingga minus 5,32 persen pada kuartal II 2020. 

Resesi terjadi apabila apabila ekonominya negatif atau terkontraksi dalam dua kuartal berturut-turut. Resesi bakal berdampak pada penurunan daya beli masyarakat.


Public Relation Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto optimis kebutuhan terhadap teknologi masih baik di kala pandemi Covid-19.

"Ketika rapat banyak dilakukan online, sekolah dilaksanakan online dan pola kehidupan masyarakat menjadi modern maka peran smartphone dan jaringan semakin penting," kata Aryo saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (7/8).

Aryo mengatakan saat ini pabrik produksi Oppo juga tidak melakukan pemotongan karyawan maupun pengurangan jumlah produksi.

Aryo mengatakan aktivitas pabrik beroperasi penuh meski diumumkan Pembatasan Sektor Berskala Besar (PSBB) sesuai dengan izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan pemerintah setempat yang memperbolehkan industri tetap berjalan.

Dijelaskan Aryo, pabrik telah menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Mulai dari penyesuaian jam kerja untuk menjaga pabrik agar tak terlalu penuh hingga menyiapkan hand sanitizer.

"Semua baik-baik saja, produksi normal, kapasitas normal, cuma jalankan protokol kesehatan saja," tutur Aryo.

Dihubungi terpisah, Direktur Marketing Advan, Andi Gusena mengatakan resesi adalah bagian dari perjalanan bisnis. Oleh karena itu, Advan melakukan beberapa strategi taktis yang sesuai dengan situasi ekonomi.

Andi menjelaskan pihaknya telah melakukan efisiensi pengeluaran dengan menjaga kualitas produk.

"Saat ini, penjualan produk Advan sehat sekali, semua tipe smartphone dan tablet Advan justru menjadi pilihan di saat seperti ini," kata Andi.

Andi menuturkan pihaknya juga tak mengurangi kapasitas produksi di kala pandemi Covid-19 sebab penjualan yang masih mencatatkan rekor bagus.

Tablet besutan Advan juga mengalami penjualan yang baik karena adanya kerja dan belajar dari rumah.

"Permintaan tablet Advan untuk mendukung kegiatan belajar anak-anak di rumah sudah menjadi sebuah kebutuhan utama. Dukungan pemerintah juga sangat besar," kata Andi.

Public Relations Manager Huawei Indonesia Ilham Pratama menjelaskan Huawei justru memiliki strategi untuk menghadirkan produk maupun ekosistem Huawei di Indonesia.

Bahkan Huawei melakukan promo untuk produk laptop MateBook D14 & MateBook X Pro dan tablet (MatePad Pro, MatePad, MediaPad T5 karena melihat potensi bisnis pasca diberlakukannya kerja dan belajar dari rumah. Tak hanya itu pihaknya juga akan menghadirkan tablet terbaru, MediaPad T8.

"Kita melihat, dengan kondisi pembelajaran jarak jauh, perangkat PC dan tablet dapat menjadi penunjang aktivitas pembelajaran juga pekerja untuk tetap produktif," kata Ilham.

(jnp/eks)

[Gambas:Video CNN]