Menkominfo: RI Butuh Kapasitas Internet 0,9 Tbps di 2030

CNN Indonesia | Jumat, 04/09/2020 02:00 WIB
RI membutuhkan kapasitas internet hingga 900 Gbps atau sekitar 0,9 Tbps di 2030 untuk 150 ribu titik yang belum terjangkau internet. Ilustrasi internet di Indonesia. (Trisno Heriyanto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengatakan Indonesia membutuhkan kapasitas internet hingga 900 Gbps atau sekitar 0,9 Tbps pada tahun 2030 untuk sekitar 150 ribu titik yang belum terjangkau jaringan internet.

Menkominfo Johnny G. Plate memaparkan Satelit Satria yang berkapasitas 150 Gbps akan meluncur pada Q3 2023. Pada 3 September, konstruksi Satelit Satria telah dimulai.

"Proyeksi kebutuhan satelit Indonesia tahun 2030 selambat-lambatnya pada 2035 setara dengan 0,9 Tbps yang saat itu kita harapkan kecepatan jaringan di seluruh titik mencapai 20 Mbps," kata Johnny dalam konferensi pers, Kamis (3/9).


Akan tetapi Satelit Satria disebut Johnny tak cukup untuk menyalurkan internet berkecepatan tinggi di 150 ribu titik. Dengan kapasitas 150 Gbps, setiap titik hanya akan mendapat kecepatan 1 Mbps.

Oleh karena itu, Johnny mengatakan pihaknya berencana untuk meluncurkan dua satelit lagi. Satelit kedua setelah Satria memiliki kapasitas 400Gbps.

"Pada saat tempatkan satelit kedua dengan kapasitas 400 Gbps kita berharap kecepatan internet setara dengan 10 Mbps di setiap titik," kata Johnny.

Johnny menjelaskan satelit ketiga akan berkapasitas 500 Gbps, ia menjelaskan kecepatan internet di setiap titiknya akan mencapai 20 Mbps.

Satelit dapat membantu pemerataan akses jaringan komunikasi dan internet broadband di seluruh Indonesia. Saat ini Indonesia masih memiliki 150 ribu titik yang tidak dapat akses internet cepat.

Satria ini akan mendukung daerah-daerah yang tak terjangkau jaringan tulang punggung (backbone) kabel optik Palapa Ring. Proyek ini digarap pemerintah lewat Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti).

Satria ini dibangun oleh Konsorsium PT. Satelit Nusantara Tiga dengan pembiayaan sebesar Rp6,9 Triliun dengan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Adapun PT Satelit Nusantara Tiga ini terdiri dari PT Pintar Nusantara Sejahtera, PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), PT Dian Semesta Sentosa, dan PT Nusantara Satelit Sejahtera yang semuanya tergabung dalam konsorsium PSN.

PT Satelit Nusantara Tiga telah menunjuk Thales Alenia Space untuk memproduksi satelit Satria. Satria akan menggunakan roket buatan SpaceX, Falcon 9.

(jnp/DAL)

[Gambas:Video CNN]