Es Antartika-Greenland Cair, Permukaan Laut Bisa Naik 17 Cm

CNN Indonesia | Kamis, 10/09/2020 07:22 WIB
Peneliti di Eropa mengungkapkan adanya pencairan lapisan es yang meningkat pesat di Greenland dan Antartika. Ilustrasi es di Antartika. (Olivier MORIN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah laporan baru-baru ini menegaskan adanya pencairan lapisan es yang meningkat pesat di Greenland dan Antartika.

Sejak pemantauan sistematis lapisan es dimulai pada awal 1990-an, Greenland dan Antartika kehilangan 6,4 triliun ton es antara 1992 dan 2017. Hal itu mendorong permukaan laut global naik 17,8 milimeter.

Jika laju itu terus berlanjut, lapisan es diperkirakan akan menaikkan permukaan laut lebih dari 17 cm dan mengakibatkan lebih banyak kawasan pesisir terendam.


Melansir situs resmi Badan Antariksa Eropa (ESA), peneliti menggunakan pengamatan satelit dengan proyeksi dari model iklim untuk mengetahui tingkat pencairan laisan es di Greenland dan Antartika.

Penulis utama dari Universitas Leeds, Tom Slater mengatakan satelit adalah satu-satunya cara untuk memantau secara rutin area yang luas dan terpencil ini. Dengan satelit, peneliti dapat memvalidasi model lapisan es.

"Pengamatan satelit tidak hanya memberi tahu kami berapa banyak es yang hilang, tetapi juga membantu kami mengidentifikasi dan memahami bagian Antartika dan Greenland mana yang kehilangan es dan melalui proses apa," kata Slater.

Peneliti ESA, Marcus Engdahl menjelaskan pengamatan satelit menunjukkan bahwa lapisan es bereaksi sangat cepat terhadap perubahan lingkungan.

Melansir Science Daily, pencairan lappisan es dari Antartika telah mendorong permukaan laut global naik 7,2 mm. Sementara Greenland berkontribusi 10,6 mm. Pengukuran terbaru menunjukkan bahwa lautan di dunia sekarang naik 4 mm setiap tahun.

"Pencairan itu melampaui model iklim. Kita berada dalam bahaya karena tidak siap menghadapi risiko yang ditimbulkan oleh kenaikan permukaan laut," ujar Slater.

Hasil penelitian telah dipublikasikan di jurnal Nature Climate Change. Para penulis memperingatkan bahwa lapisan es kehilangan es pada tingkat yang diprediksi oleh skenario pemanasan iklim terburuk dalam laporan besar IPCC terakhir.

Rekan penulis studi dan peneliti iklim di Institut Meteorologi Denmark, Ruth Mottram mengatakan tidak hanya Antartika dan Greenland yang menyebabkan air laut naik. Dalam beberapa tahun terakhir, ribuan gletser yang lebih kecil mulai mencair atau menghilang sama sekali, seperti yang terjadi dengan gletser Ok di Islandia, yang dinyatakan 'mati' pada 2014.

"Artinya, pencairan es kini telah mengambil alih sebagai penyumbang utama kenaikan permukaan laut," ujar Mottram.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]