Koloni Baru Penguin Kaisar Ditemukan Lewat Jejak Kotoran

CNN Indonesia | Jumat, 07/08/2020 14:23 WIB
Gambar satelit dari kotoran penguin di Antartika mengungkap tempat berkembang biak delapan koloni tersembunyi Penguin Kaisar. Ilustrasi penguin kaisar. (AFP PHOTO / Mathilde BELLENGER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gambar satelit dari kotoran penguin di Antartika mengungkap delapan koloni tersembunyi Penguin Kaisar. Koloni yang sebelumnya tak diketahui ilmuwan ini menjadi tempat Penguin Kaisar hidup dan berkembang biak.

Delapan koloni yang baru telah ditemukan di beberapa bagian Antartika yang paling terpencil dan tidak dapat diakses. Tiga koloni tambahan lainnya yang telah teridentifikasi di darat juga telah dikonfirmasi melalui pencitraan satelit.

Secara total, saat ini tercatat ada 61 lokasi berkembang biak penguin terbesar di Bumi tersebut. Koloni Penguin Kaisar bernama latin Aptenodytes forsteri ini meningkat 20 persen dari sebelumnya.


Kabar koloni ini cukup bagus di tengah prediksi bahwa Penguin Kaisar ini  akan punah pada 2100. Fakta menunjukkan bahwa populasi di koloni baru sangat kecil yang membuat Penguin Kaisar berada di ambang kepunahan.

Oleh karena itu peneliti membutuhkan gambar beresolusi tinggi untuk memastikan jumlah penguin di koloni. Pada akhirnya, jumlah dari koloni tersebut meningkatkan keseluruhan populasi Penguin Kaisar hanya sekitar 10 persen.

Lebih buruk lagi, koloni-koloni ini juga terpaksa pergi dari habitat berkembang biak akibat adanya perubahan iklim.

Permodelan terbaru menunjukkan jika perubahan iklim terus terjadi, maka setiap koloni yang baru diidentifikasi ini diprediksi akan punah pada akhir abad ini.

"Meskipun merupakan kabar baik bahwa kami telah menemukan koloni-koloni baru ini, lokasi pembiakan semuanya berada di lokasi di mana proyeksi model terbaru menunjukkan Penguin akan menurun," kata ahli biologi konservasi Phil Trathan dari Survei Antartika Inggris (BAS).

Ukuran komunitas penguin berdampak langsung pada kelangsungan hidup mereka. Penguin kaisar berkerumun untuk mencegah suhu rendah dan hipotermia.

Jadi semakin kecil koloni mereka, mereka akan semakin berisiko mati. Terutama selama inkubasi telur ketika suhu bisa turun di bawah 40 derajat Celcius.

Untuk bertelur, menetaskan, dan membesarkan anak-anaknya, penguin kaisar membutuhkan es yang stabil selama kurang lebih sembilan bulan. Tetapi kenaikan suhu dan pencairan es membuat proses berkembang biak penguin terganggu.

Dilansir dari Science Alert, kegagalan perkembangbiakan dapat mendorong kematian spesies ini. Bagi beberapa koloni, hilangnya tanah berharga ini terbukti sangat mematikan.

Dilansir dari BBC, lokasi koloni diidentifikasi dari kotoran penguin atau guano. Kotoran itu membuat noda besar di es.Penemuan koloni ini meningkatkan populasi Penguin Kaisar global sebesar 5-10 persen dengan angka 278.500 pasang penguin.

(jnp/DAL)

[Gambas:Video CNN]