Peneliti Temukan Fosfin di Venus, Tanda Ada Makhluk Asing

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Selasa, 15/09/2020 08:58 WIB
Planet Venus diduga memiliki kehidupan di bagian atmosfernya setelah ditemukan fosfin. Para peneliti menduga ada kehidupan di atmosfer planet Venus. (Foto: National Radio Astronomy Observatory)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para astronom menduga ada kehidupan di planet Venus. Dugaan itu muncul setelah mereka menemukan fosfin di atmosfer planet tersebut.

Penemuan ini memang belum menjamin bahwa kehidupan ada di Venus, namun para peneliti mengatakan itu adalah penemuan yang menekankan perlunya lebih banyak misi ke planet panas tersebut.

Melansir Gizmodo, Venus merupakan salah satu tempat paling tidak bersahabat di tata surya. Namun planet itu diduga memiliki kehidupan di bagian atmosfernya, menurut penelitian baru yang diterbitkan Nature.


Sinyal yang dimaksud adalah fosfin, yang di Bumi diproduksi hampir secara eksklusif oleh mikroorganisme anaerobik, yaitu makhluk yang hidup di lingkungan bebas oksigen. Fosfin sering ditemukan di rawa-rawa dan lahan basah, serta sangat mudah terbakar.

Penulisan makalah dipimpin oleh astronom Jane Greaves dari Universitas Cardiff tidak mengklaim bahwa fosfin yang terdeteksi adalah bukti kehidupan di Venus. Sebaliknya, para penulis mengatakan kehadiran fosfin yang mengejutkan di Venus menjadi pertanyaan yang membutuhkan jawaban.

Spektrografi yang konsisten dengan fosfin pertama kali dideteksi oleh tim pada tahun 2017 dengan Teleskop James Clerk Maxwell dan pada tahun 2019 dengan Teleskop Atacama.

Dalam pengamatan, Fosfin terdeteksi di atmosfer bagian atas planet yang mendung dengan kecepatan sekitar 20 bagian per miliar. Gas terkonsentrasi di pertengahan garis lintang dan tidak terdeteksi di kutub.

Para penulis mempertimbangkan beberapa skenario untuk menjelaskan keberadaan fosfin di atmosfer Venus, misalnya dari aktivitas vulkanik, mikro meteorit, petir, dan proses kimiawi di dalam awan.

Selain itu, Fosfin juga dapat diproduksi di laboratorium dengan memanaskan asam fosfat. Tapi, kemungkinan itu masih dikesampingkan karena sejumlah faktor.

Dikutip dari Space, setiap bahan kimia memiliki sidik jari unik berupa garis dan ruang kosong. Tetapi pengamatan dalam penelitian baru ini hanya berfokus pada satu garis dalam kode batang fosfin.

Jadi para peneliti tidak begitu yakin bahwa temuan baru itu mewakili identifikasi fosfin yang meyakinkan.

"Penemuan ini secara khusus hanyalah pengingat betapa masih banyak lagi yang harus kita pelajari tentang Venus," ujar Victoria Meadows, ahli astrobiologi di Universitas Washington yang tidak terlibat dalam penelitian itu.

Tetyana Milojevic, ahli biokimia di Universitas Wina berpendapat bahwa fosfin hanya ditemukan di dekat mikroba, bukan diproduksi olehnya. Selain itu, senyawa tersebut tampaknya dilepaskan oleh peluruhan kimiawi bahan biologis.

Sehingga, sebelum para ilmuwan dapat menggunakan fosfin sebagai tanda tangan potensial, mereka perlu masuk ke laboratorium dan benar-benar memahami apakah dan bagaimana mikroba menghasilkan fosfin.

(jps/mik)

[Gambas:Video CNN]


BACA JUGA