Daftar Fenomena Langit Minggu Kedua Agustus, Ada Hujan Meteor

CNN Indonesia | Selasa, 11/08/2020 13:29 WIB
Langit Bumi pada minggu kedua bulan Agustus akan dihiasi oleh berbagai fenomena langit, salah satunya hujan meteor perseid. Ilustrasi fenomena langit hujan meteor. (dok. NASA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Langit Bumi pada minggu kedua bulan Agustus akan dihiasi oleh berbagai fenomena langit, mulai dari hujan meteor perseid, konjungsi superior Merkurius, hingga hujan meteor Kappa Cygnid.

Dikutip dari Lembaga Pener­bangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Observatorium Bosscha, dan Komunitas Astronomi Langit Selatan berikut deretan fenomena alam yang bisa disaksikan dari 10 Agustus hingga 17 Agustus.

11-12 Agustus, Bulan Kuartir Akhir

Bosscha menyampaikan Bulan kuartir akhir adalah fase Bulan ketika sedang berada pada ¾ orbitnya mengelilingi Bumi. Pada fase itu, Bulan akan tampak seperti setengah lingkaran dengan iluminasi 49 persen.


Dari Bandung, Bosscha menyebut Bulan akan mulai terbit pada pukul 23.54 WIB dan mencapai titik tertingginya pada pukul 05.06 WIB sebelum akhirnya tenggelam pada pukul 11.03 WIB. Bulan akan terletak pada arah Rasi Aries.

12 Agustus, Puncak Hujan Meteor Perseid

Dikutip dari Komunitas Langit Selatan, hujan meteor Perseid dimulai pada tanggal 17 Juli sampai  24 Agustus. Hujan meteor Perseid yang berasal dari debu komet Swift-Tuttle tersebut akan mencapai puncak tanggal 12 Agustus.

Di malam puncak diperkirakan 100 meteor akan melintas setiap jam dan tampak datang dari rasi Perseus. Untuk lokasi pengamatan yang bebas polusi cahaya, pengamat bisa menyaksikan setidaknya 50-75 meteor setiap jam.

Rasi Perseus baru terbit tengah malam yakni pukul 00:18 WIB dari arah timur laut. Bulan kuartil terakhir yang baru terbit tengah malam beriringan dengan rasi Perseus akan menjadi faktor polusi cahaya utama dalam berburu meteor.

Observatorium Bosscha mengatakan hujan meteor bisa diamati tanpa alat bantu dalam kondisi gelap.

[Gambas:Instagram]

13 Agustus, Elongasi Barat Maksimum Venus

Venus dan Matahari membentuk sudut maksimal terhadap Bumi. Elongasi Barat maksimum yang dicapai Venus 45,8 derajat. Artinya, Venus akan berada 45,8 derajat di arah timur Matahari. 

Venus yang berada di rasi Gemini bisa diamati dengan kecerlangan -4,2 magnitudo sejak terbit pada pukul 02:52 WIB sampai Matahari terbit.

15 Agustus, Konjungsi Bulan - Venus

Bulan dan Venus pada 15 Agustus akan terlihat sangat dekat di langit. Kedekatan dua objek langit tersebut disebabkan oleh fenomena konjungsi Bulan dan Venus.

Bulan sabit berjumpa dengan Venus sebelum fajar menyingsing. Bulan sabit terbit pukul 02:17 WIB disusul Venus pukul 02:53 WIB. Keduanya hanya terpisah 3,9 derajat dan berada pada ketinggian 38 derajat ketika Matahari terbit.

17 Agustus, Konjungsi Superior Merkurius

Bertepatan pada Hari Kemerdekaan Indonesia, Merkurius akan mengalami Konjungsi Superior.  Merkurius akan berpapasan dekat dengan Matahari di langit sehingga planet ini menghilang dan tidak akan tampak bagi pengamat di Bumi. 

Pada saat konjungsi superior, Matahari berada di antara Merkurius dan Bumi, dan hanya terpisah 1,75 derajat dari Matahari.

Ketika Merkurius sedang berada pada posisi terjauhnya dari Bumi, ia akan berada pada jarak 1,35 AU dari Bumi. Jika Merkurius bisa diamati, maka planet ini sangat redup.

[Gambas:Instagram]

17 Agustus, Puncak Hujan Meteor Kappa Cygnid

Hujan meteor Kappa-Cygnid dikabarkan akan mencapai puncaknya pada tanggal 17 Agustus 2020. Hujan meteor itu berlangsung mulai tanggal 3 hingga 25 Agustus 2020.

Hujan meteor ini akan tampak dari arah rasi Draco dengan jumlah 1 meteor per jam pada puncaknya.  

Seperti Perseid, pengamatan hujan meteor itu tidak diperlukan alat bantu apapun namun sangat diperlukan kondisi langit yang bebas akan polusi cahaya.

(jnp/DAL)

[Gambas:Video CNN]