Pakar soal Konflik Telkom-Netflix: Manfaatkan Teknologi CDN

Jonathan Patrick, CNN Indonesia | Rabu, 23/09/2020 08:46 WIB
Telkom ingin Netflix manfaat bisnis dengan menyambungkan Content Delivery Network (CDN) ke jaringan Telkom yang ada di Indonesia. Gedung Telkom di Jakarta. (Foto: CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengamat telekomunikasi Nonot Harsono meminta Netflix mengikuti kebijakan yang ditentukan Telkom. Telkom ingin Netflix manfaat bisnis dengan menyambungkan Content Delivery Network (CDN) ke jaringan Telkom yang ada di Indonesia.

"Sepanjang permintaan Telkom adalah realistis ya dipenuhi saja, saling menghormati dan saling memberi manfaat. Kalau tidak tercapai kesepakatan, berarti kan belum saling memberi manfaat," kata Nonot saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (22/9) malam.

Nonot mengatakan permintaan Telkomsel kepada Netflix sangat transparan. Ia mengatakan teknologi CDN bisa menjadi solusi bagi layanan Netflix yang boros bandwidth.


"Kalau di-streaming langsung dari server ya pasti boros, karena itu ada teknologi CDN. Sehingga konten menjadi terdistribusi mendekati pelanggan," tutur Nonot.

Nonot menjelaskan Telkom sebaiknya tak memblokir Netflix yang telah digandrungi di Indonesia. Sebab Telkom malah berpotensi kehilangan konsumen apabila kembali blokir Netflix.

Oleh karena itu, ia mengatakan pentingnya kesepakatan antara Netflix dan Telkom agar kapasitas bandwidth milik Telkom tak dipenuhi oleh layanan Netflix.

"Saya menilai permintaan Telkom sangat jelas transparan, meminta CDN Netflix di attached di jaringan Telkom agar tidak boros bandwidth di jaringan Telkom," kata Nonot.

Sebelumnya, Direktur Wholesale & International Service Telkom Dian Rachmawan Penyedia konten yang masuk ke pasar Indonesia pada umumnya telah menempatkan kontennya di Indonesia melalui layanan CDN sehingga masyarakat dapat mengakses dengan kecepatan dan kualitas tinggi.

"Kita minta dengan sangat untuk segera sepakat dengan tawaran Telkom melakukan Interkoneksi dengan CDN Telkom supaya terdistribusi merata agar tidak membebani jaringan yang terkonsentrasi di Singapore. Kita kritik tapi kasih solusi," tutur Dian.

Menurut Dian, bukan hanya Indonesia yang khawatir dengan konsumsi konten video streaming dengan kebutuhan bandwidth yang semakin besar Netflix. Australia dan Uni Eropa juga sudah khawatir dengan potensi internet breaking jika semua pipa operator diisi oleh Netflix.

"Regulator Uni Eropa dan Australia juga sudah khawatir soal trafik Netflix," ungkap Dian.

(jnp/mik)

[Gambas:Video CNN]