Telkom Sindir Netflix: Bandwidth Boros, Tapi Tak Mau Bayar

CNN Indonesia | Senin, 21/09/2020 16:56 WIB
Menurut Telkom, Netflix belum mau bayar direct-peering penyaluran heavy traffic konten. Padahal, HD video Netflix boros bandwidth. Ilustrasi Netflix. (CNN Indonesia/Daniela)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menyatakan hingga saat ini belum tercapai kesepakatan secara komersial dengan Netflix meskipun blokir terhadap platform streaming itu sudah dibuka di jaringan IndiHome dan Telkomsel sejak awal Juli 2020 lalu.

"Belum tercapai kesepakatan komersial dan teknis antara Telkom dengan Netflix," ungkap Direktur Wholesale & International Service Telkom Dian Rachmawan saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Senin (21/9).

Menurut Dian, saat ini Netflix belum sepakat membayar direct-peering untuk penyaluran heavy traffic konten video. Padahal, konten HD video Netflix, menurut Dian, sangat boros mengonsumsi bandwidth.


"Jika kondisi ini dibiarkan, belanja modal dan beban operasi hanya habis untuk peningkatan kapasitas jaringan demi Netflix saja. Ini semua ditanggung Telkom," kata Dian.

"Sementara dari Netflix tak ada pengorbanan apapun, monopoli penggunaan bandwidth oleh Netfilx saat ini sudah sangat besar dan diskriminatif," tambahnya.

Dian menambahkan seharusnya untuk pelayanan yang lebih baik bagi para pelanggannya, Netflix tidak cukup meletakkan server-nya di Singapore, namun konten video resolusi tinggi ini harus terdistribusi ke jaringan CDN Telkom di Indonesia. Dian menekankan Netflix wajib interkoneksi (direct-peering) dengan CDN Telkom.

Dian juga menyarankan kepada Netflix untuk membayar pajak penghasilan atas hasil dan manfaat ekonomi di yurisdiksi Indonesia, tidak hanya cukup memungut pajak PPN dari pelanggan Indonesia. Namun sayangnya, hingga hari ini, permintaan Telkom untuk Netflix terkait pembayaran itu masih belum digubris.

"Sejauh ini Netflix menolak membayar apapun seperti collocation CDN, biaya peering dan lain-lain," sesal Dian.

Kisah Netflix di negara Amerika Serikat sendiri yang dikenal sebagai pencipta gagasan Netralitas Jaringan (net-neutrality) juga serupa, Netfilx akhirnya di tahun 2014 membayar peering kepada seluruh Telco dan ISP besar yaitu Comcast, Time Warner Cable, Verizon, dan AT&T setelah sekitar dua tahun tidak mencapai kesepakatan.

Meski belum ada kesepakatan komersial yang seimbang dan fair bagi Telkom, tetapi perusahaan ini tetap akan memberikan kesempatan pelanggannya menikmati Netflix.

Disarankan bagi pelanggan Indihome untuk meningkatkan bandwidth berlangganannya minimal 50mbps sehingga pelanggan mendapatkan kesempatan kualitas layanan yang lebih stabil.

Umumnya pemirsa Netflix menggunakan akses Internet tetap (fixed) seperti Indihome ketimbang menggunakan akses Internet Selular yang memakan kuota data payload mereka.

Netflix Indonesia masih belum mengeluarkan pernyataan terkait isu dengan Telkom tersebut.

Sebelumnya, pada awal Juli lalu Telkom mengumumkan membuka blokir terhadap platform Netflix setelah empat tahun lebih tak mengijinkan Over The Top (OTT) itu muncul di jaringannya.

Netflix mengklaim bersedia memastikan ketersediaan tools dalam sistem untuk pembatasan akses atas tayangan sensitif dan ketidaksesuaian umur bagi pelanggan (parental control). Netflix juga bersedia menyediakan mekanisme untuk penanganan keluhan pelanggan.

(dal/DAL)

[Gambas:Video CNN]