Indihome Respons Tuduhan Curi Riwayat Browser Pengguna

CNN Indonesia | Jumat, 18/09/2020 13:57 WIB
Indihome mengklaim Telkom tidak pernah menjual atau menyerahkan data pelanggan kepada pihak ketiga. Ilustrasi Indihome. (CNN Indonesia/ Aditya Panji)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indihome menjawab tuduhan pencurian riwayat pencarian pengguna yang dituding Pendiri Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto. Indihome menjelaskan Telkom tidak pernah menjual atau menyerahkan data pelanggan kepada pihak ketiga.

Telkom juga mengatakan senantiasa mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk peraturan terkait dengan perlindungan data pribadi.

"Telkom Indonesia tidak menjual atau menyerahkan data pelanggan kepada pihak ketiga secara melawan hukum, dan tidak mengambil keuntungan ekonomis dari data pelanggan tersebut," kata Telkom di akun Twitter Indihome, Kamis (17/9).


Telkom juga menjelaskan Telkom secara reguler memonitor performa koneksi layanan Indihome untuk kepentingan peningkatan kualitas layanan. Termasuk tindakan proaktif perbaikan konfigurasi teknis layanan pelanggan.

"Untuk mencapai output yang optimal sesuai layanan yang dipilih oleh pelanggan," kata Telkom.

Di Twitter, Teguh menuding selama ini diam-diam menanamkan sebuah script untuk mengambil data riwayat browser pengguna.  Ia mengatakan script ini hanya bisa  ketika seseorang mengunjungi sebuah website yang belum menggunakan SSL (masih http).

"Salah satu website tracker milik Indihome saat ini berhasil mendapatkan 29,9 miliar hits. Dalam 1 hari website tersebut mendapatkan setidaknya 1 miliar hits," kata Teguh.

Mengutip peneliti Tordillas, Ariehta Eleison Sembiring, Teguh mengatakan perbuatan Indihome ini melanggar Pasal 32 ayat 1 UU ITE. Selain itu, perbuatan ini jua melanggar ketentuan nomor 8 menurut syarat dan ketentuan Indihome.

Larangan bagi Telkom itu berbunyi, Telkom dilarang melakukan perubahan dalam bentuk apapun terhadap jaringan layanan Indihome dan dilarang mengenakan sanksi kepada pelanggan kecuali sesuai dengan ketentuan Kontrak Berlangganan.

Teguh bahkan membuat sebuah petisi yang berjudul 'Indihome, Berhenti Mencuri Browsing History Pelanggan' di situs Change.org. Petisi ini telah ditandatangani oleh 1.158 orang.

(jnp/DAL)

[Gambas:Video CNN]