Daftar Peristiwa Paus Mati Terdampar Massal di Dunia

CNN Indonesia | Jumat, 25/09/2020 13:03 WIB
Sebanyak 400 lebih paus ditemukan mati terdampar di Australia. Kejadian paus mati massal itu juga terjadi di negara lain. Ilustrasi paus terdampar. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekitar 400 ekor lebih paus pilot diketahui mati usai terdampar di pesisir selatan Australia. Fenomena itu kemungkinan besar menjadi yang terparah yang pernah tercatat di negara tersebut.

Ekor paus pilot bersirip panjang ditemukan di Macquarie Harbour, pantai barat Tasmania yang ada di pelosok dan jarang penduduk pada Rabu (23/9). Temuan in menjadi insiden hewan terdampar terbesar yang tercatat di Tasmania, sebuah negara pulau di lepas pantai selatan daratan utama Australia.

Paus-paus itu ditemukan di jarah tujuh hingga 10 kilometer dari kelompok paus pertama sebanyak 270 ekor yang ditemukan terdampar pada Senin (21/9). Penemuan ini memicu upaya besar untuk membebaskan mamalia raksasa itu dari gosong pasir (sandbar) yang hanya dapat diakses menggunakan perahu.


Mengutip AFP, temuan ini menambah jumlah paus pilot terdampar menjadi 470 ekor pada pekan ini.

Penyebab terdamparnya paus masih belum diketahui, bahkan bagi para ilmuwan yang telah mempelajari fenomena tersebut selama beberapa dasawarsa terakhir.

Namun sejumlah peneliti mengatakan paus pilot yang terkenal ramah kemungkinan keluar jalur setelah makan di dekat garis pantai atau mereka mengikuti satu atau dua paus yang tersesat.

Ahli Biologi Kelautan Departemen Lingkungan Tasmania, Kris Carlyon, mengatakan itu adalah "peristiwa alam" yang terjadi secara teratur sepanjang sejarah di Australia selatan dan Selandia Baru yang berdekatan.

"Kami turun tangan dan merespon situasi ini, tapi untuk bisa mencegah hal ini terjadi di masa mendatang, hanya sedikit yang bisa kami lakukan," kata Carlyon.

Selain di Australia, kematian paus dalam jumlah banyak akibat terdampar juga pernah terjadi di sejumlah negara.

Selandia Baru

Selandia Baru  dianggap sebagai salah satu 'hotspot' untuk paus terdampar. Fenomena paus terdampar di negara itu telah tercatat sejak tahun 1800-an.

Fenomena paus terdampar massal terbesar di negara itu terjadi pada tahun 1918. Ketika itu, 1.000 paus terdampar di pulau terpencil Chatham Islands.

Tahun 2017, ratusan paus pilot mati setelah hampir 700 paus ditemukan di pantai Farewell Spit, selatan Selandia Baru. Tahun berikutnya, 145 paus terdampar di Pulau Stewart.

Argentina

Peristiwa paus terdampar massal terbesar yang diketahui pada abad 20 adalah yang terjadi di Argentina. Sebanyak, 835 paus terdampar di dekat Mar del Plata di Argentina.

Cile

Lebih dari 300 paus ditemukan terdampar dan mati di teluk kecil Patagonia, Chili selatan, pada Desember 2015. Lonjakan alga di air, yang dikenal sebagai 'gelombang merah' diyakini sebagai penyebabnya.

Bahkan, alga yang mekar di lautan sekitar Chili pada tahun 2016telah membunuh 40.000 ton salmon di wilayah Los Lagos atau sekitar 12 persen dari produksi ikan tahunan negara itu.

Pada Juli 2016, sekitar 70 paus mati juga ditemukan di pantai selatan Cile.

Madagaskar

Pada bulan Mei 2008, sekitar seratus paus berenang ke pantai Madagaskar dan tiga perempat dari mereka diketaui mati terdapar. Perisitwa itu terjadi akibat pengaruh sistem pemetaan sonar frekuensi tinggi yang digunakan untuk berburu minyak di kawasan tersebut.

Jepang

Pada April 2015, sekitar 150 paus Cetacea ditemukan terdampar di pantai Jepang. Paus yang biasanya hidup di perairan dalam dan merupakan anggota keluarga lumba-lumba itu diduga menderita infeksi parasit yang mengganggu kemampuan navigasi mereka.

Melansir Hindustan Times, paus dan lumba-lumba terdampar massal telah terjadi sepanjang sejarah modern. Para ilmuwan tidak mengetahui alasan pastinya. Yang mereka tahu bahwa paus dan lumba-lumba adalah hewan yang suka mengelompok dalam jumlah yang cukup banyak.

Dari sekian banyak kejadian, paus pilot bersirip panjang atau bersirip pendek yang paling sering terdampar. Olaf Meynecke, seorang peneliti paus di Griffith University Australia mengatakan paus pilot menggunakan sonar yang canggih untuk menemukan mangsa. Beberapa teori mengaitkan itu dengan perubahan medan elektromagnetik.

"Perubahan ini bisa disebabkan oleh badai matahari atau gempa bumi (aktivitas seismik) tetapi ada juga hubungan yang kuat antara sonar aktif, misalnya sonar angkatan laut, dan terdamparnya lumba-lumba termasuk paus pilot," kata Meynecke.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]