Cincin Lubang Hitam Bergerak Menarik Perhatian Astronom

Jonathan Patrick, CNN Indonesia | Senin, 28/09/2020 08:56 WIB
Peneliti menduga cincin yang bergerak disebabkan gangguan pada piringan akresi, atau lingkaran cahaya yang mengelilingi lubang hitam dengan putaran yang cepat. Ilustrasi black hole. (Foto: NASA/CXC/M.Weiss)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ahli astronomi menemukan lubang hitam supermasif (Supermassive black hole) dengan cincin yang bergerak secara berkala. Lubang hitam supermasif ini ditemukan di Galaksi M87 atau berjarak 53 juta tahun dari Galaxy Bima Sakti.

Penemuan bayangan dari lubang hitam yang berada di pusat Galaksi M87 dipublikasi pada 2019. Bayangan itu memiliki massa yang setara dengan 6,5 miliar Matahari.

Peneliti menduga cincin yang bergerak disebabkan gangguan pada piringan akresi, atau lingkaran cahaya yang mengelilingi lubang hitam dengan putaran yang cepat. Cincin ini menghasilkan panas dan cahaya.


Hasil analisa terbaru yang diterbitkan secara online hari ini di The Astrophysical Journal, mengungkapkan bahwa cincin terang M87 bergetar dari waktu ke waktu.

Fenomena ini ditemukan oleh Event Horizon Telescope (EHT) yang mengumpulkan data dari seluruh teleskop di dunia. Tim peneliti juga menemukan bahwa ukuran M87 tetap konsisten selama beberapa dekade terakhir.

"Faktanya, kami melihat cukup banyak variasi di sana, dan tidak semua model teoretis dari pertambahan [material ke dalam lubang hitam] memungkinkan terjadinya begitu banyak goyangan," kata penulis utama Maciek Wielgus, astronom di Harvard & Smithsonian Center for Astrophysics di Cambridge, Massachusetts.

Dilansir dari Space, peneliti mengatakan hasil baru ini memberikan astronom pandangan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada dinamika lubang hitam. Hal ini akan memungkinkan para ilmuwan untuk menguji relativitas umum yang baru.

"Eksperimen EHT awal ini memberi kami harta karun berupa pengamatan jangka panjang yang tidak dapat ditandingi oleh EHT saat ini, bahkan dengan kemampuan pencitraannya yang luar biasa," direktur pendiri EHT Sheperd Doeleman, yang berbasis di Universitas Harvard dan Pusat Astrofisika Harvard & Smithsonian.

Jadi bahan rumus relativitas baru

Dilansir dari TechExplorist, untuk pertama kalinya peneliti bisa melihat sekilas struktur dinamis aliran akresi yang begitu dekat dengan cakrawala peristiwa lubang hitam, dalam kondisi gravitasi ekstrim.

Mempelajari wilayah ini memegang kunci untuk memahami fenomena seperti peluncuran jet relativistik, dan akan memungkinkan para ilmuwan merumuskan tes baru dari teori relativitas umum.

"Gas yang jatuh ke lubang hitam memanas hingga miliaran derajat, terionisasi, dan menjadi turbulen di hadapan medan magnet. Karena aliran materi bergolak, bulan sabit tampak goyah seiring waktu," kata Wielgus.

(jnp/mik)

[Gambas:Video CNN]