BMKG: Tsunami 20 Meter di Selatan Jawa Tak Dalam Waktu Dekat

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Senin, 28/09/2020 11:25 WIB
Menurut BMKG potensi tsunami 20 meter di selatan Jawa tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Masyarakat diminta jangan resah. Ilustrasi tsunami. (Foto: Istockphoto/johnnorth)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan potensi gempa kuat yang berujung pada tsunami besar tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami, Daryono mengatakan masyarakat tidak perlu resah terkait hal tersebut.

"Informasi potensi gempa kuat selatan Jawa saat ini bergulir cepat menjadi berita yang sangat menarik. Masyarakat awam pun menduga seolah dalam waktu dekat di selatan Pulau Jawa akan terjadi gempa dahsyat, padahal tidak demikian," ujar Daryono dalam keterangan resmi, Jumat (25/9).

Daryono menuturkan potensi tersebut masih sebatas kajian yang dilakukan oleh peneliti Institut Teknologi Bandung. Selain itu, hingga saat ini teknologi belum mampu memprediksi dengan tepat dan akurat kapan dan dimana gempa akan terjadi.


Lebih lanjut, Daryono mengimbau agar hasil kajian ITB tidak menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran masyarakat. Sebaliknya, hasil kajian itu harus direspons dengan upaya mitigasi nyata.

"Apakah dengan meningkatkan kegiatan sosialisasi mitigasi, latihan evakuasi (drill), menata dan memasang rambu evakuasi, menyiapkan tempat evakuasi sementara, membangun bangunan rumah tahan gempa, menata tata ruang pantai berbasis risiko tsunami, serta meningkatkan performa sistem peringatan dini tsunami," ujarnya.

Selain itu, Daryono menyampaikan hasil riset itu seharusnya mendorong seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah bisa lebih memperhatikan upaya mitigasi gempa bumi dan tsunami. Upaya serius dari berbagai pihak, kata dia juga diperlukan guna memperkuat penerapan infrastruktur bangunan anti gempa.

Masyarakat turut diharapkan bisa meningkatkan kemampuan memahami metode keselamatan saat terjadi gempa dan tsunami.

"BMKG dalam hal ini mengapresiasi hasil tersebut. Skenario model yang dihasilkan merupakan gambaran terburuk (worst case), dan ini dapat dijadikan acuan kita dalam upaya mitigasi guna mengurangi risiko bencana gempa dan tsunami," ucapnya.

Sebelumnya, peneliti ITB Sri Widiyantoro mengungkapkan hasil riset soal potensi tsunami yang dapat mencapai 20 meter di pantai selatan Jawa Barat dan 12 meter di selatan Jawa Timur.

Menurutnya, tidak ada gempa besar bermagnitudo 8 atau lebih dalam beberapa ratus tahun terakhir mengindikasikan ancaman gempa tsunamigenik dahsyat di sepanjang pantai selatan Pulau Jawa.

Ini seperti yang ditemukannya dalam studi terbaru tim yang dipimpinnya menggunakan data gempa dari katalog BMKG dan katalog International Seismological Center (ISC) periode April 2009 sampai November 2018.

Hasil pengolahan data gempa itu menunjukkan adanya zona memanjang di antara pantai selatan Pulau Jawa dan Palung Jawa yang hanya memiliki sedikit aktivitas kegempaan. Tim juga memanfaatkan data GPS dari 37 stasiun yang dipasang di Jawa Tengah dan Jawa Timur selama enam tahun terakhir untuk mempelajari sumber gempa di masa mendatang.

Hasilnya antara lain potensi tsunami yang sangat besar dengan ketinggian maksimum 20,2 meter di dekat pulau-pulau kecil sebelah selatan Banten dan 11,7 meter di Jawa Timur.

"Tinggi tsunami bisa lebih tinggi daripada yang dimodelkan jika terjadi longsoran di dasar laut seperti yang terjadi saat Gempa Palu dengan magnitudo 7,5 pada 2018," bunyi hasil riset itu.

(jps/mik)

[Gambas:Video CNN]