IDC: Pasar Ponsel Low end Naik Imbas Siswa Belajar di Rumah

Jonathan Patrick, CNN Indonesia | Jumat, 02/10/2020 15:10 WIB
Total pengiriman ponsel kuartal II 2020 sebesar 7,1 juta unit. IDC mencatat pengiriman turun 6 persen secara year-on-year dan 3 persen quarter-on-quarter. Ilustrasi ponsel low end. (Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengiriman smartphone di Indonesia pada kuartal kedua (Q2) tercatat turun sejak 2016. Penurunan diprediksi imbas pandemi Covid-19.

IDC mencatat pengiriman kuartal II 2020 turun 6 persen secara year-on-year (YoY) dan 3 persen quarter-on-quarter (QoQ). Total pengiriman ponsel pada Q2 adalah 7,1 juta unit.

"Dampak ekonomi dan karantina selama pandemi Covid-19 mengakibatkan pengiriman smartphone per kuartal di Indonesia mencatatkan rekor terendah sejak 2016," kata IDC dalam keterangan resmi diterima CNNIndonesia.com, Kamis (1/10).


Meski Covid-19 penurunan pengiriman ponsel, namun IDC mencatat pandemi mendorong pertumbuhan smartphone low-end (US$100-US$200/Rp1,5 juta sampai Rp3 juta).

IDC mencatat peningkatan permintaan ponsel kelas low-end sebesar 75 persen pada Q2 2020. Angka ini meningkat dari angka 48 persen pada Q2 2019.

Diprediksi pertumbuhan ponsel low-end ini muncul setelah diberlakukannya pembelajaran jarak jauh akibat Covid-19. Orang tua dan siswa diduga mencari ponsel-ponsel dengan harga ekonomis, namun spesifikasi cukup bisa diandalkan guna mendukung kegiatan pembelajaran jarak jauh.

"Berbagai model smartphone baru diluncurkan oleh semua merek ternama yang ada di segmen ini," tutur IDC.

Lebih lanjut, IDC memprediksi angka kasus baru Covid-19 yang terus meningkat menciptakan ketidakpastian di pasar.

Hal ini akan berimbas pada lambatnya pemulihan pasar ponsel dalam negeri, mengingat pemerintah mengetatkan kembali karantina sejumlah wilayah dengan tingkat penularan tinggi.

(jnp/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK