Risiko Gunakan WiFi Publik dan Cara Mengatasinya

Dini Nur Asih, CNN Indonesia | Senin, 12/10/2020 07:07 WIB
Ada risiko mengintai para pengguna wifi gratisan. Namun kita bisa mengantipasinya agar tak dirugikan. Ilustrasi internet. (Foto: Linksys)
Jakarta, CNN Indonesia --

Internet telah menjadi kebutuhan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Tak ayal penyedia internet marak di Indonesia, praktis penggunaan wifi pun marak di setiap sudut kota.

Sebagai catatan pengguna internet di seluruh dunia telah mencapai angka lebih dari 4 miliar orang, atau telah mencapai lebih dari 60 persen penduduk dunia atau lebih dari separuh populasi bumi. Artinya internet sudah menjadi kebutuhan dasar manusia.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta contohnya. Pemprov DKI menyatakan warga Ibu Kota bisa menikmati akses internet gratis di banyak ruang publik dengan cara mengunduh aplikasi JAKI untuk mengetahui lokasi internet atau WiFi gratis tersebut.


Namun untuk diketahui sesuatu yang gratis belum tentu dapat menjamin keamanan, malah cenderung bisa merugikan. Ada risiko mengintai para pengguna wifi gratisan. Kendati demikian kita juga bisa mengantipasinya.

Berikut risiko dan cara menanggulangi hal negatif ketika menggunakan wifi publik:

1. Serangan man-in-the-middle

Salah satu ancaman paling umum pada jaringan WiFi publik ialah Man-in-the-Middle (MitM). Pada dasarnya, serangan ini adalah bentuk penyadapan, seperti dikutip Norton.

Ketika komputer membuat sambungan ke internet, data diri dari titik A (komputer) ke titik B (layanan atau situs web) dan kerentanan dapat memungkinkan penyerang untuk masuk di antara transmisi ini.

2. Jaringan tidak terenkripsi

Enkripsi artinya informasi yang dikirimkan antara komputer dan router nirkabel dalam bentuk "kode rahasia", sehingga tidak bisa dibaca oleh siapapun yang tidak memiliki kunci untuk menguraikan kode tersebut.

3. Distribusi malware

Karena kerentanan perangkat lunak WiFi publik, peretasan memasukkan malware ke PC maupun laptop tanpa Anda sadari.

Peretas dapat memanfaatkan kelemahan ini dengan menulis kode untuk menargetkan kerentanan tertentu, lalu menyuntikkan malware ke perangkat Anda.

4. Snooping dan sniffing

Teknik ini dapat menyerang untuk mengakses semua yang Anda lakukan secara online, mulai dari melihat seluruh halaman web yang telah Anda kunjungi hingga mencuri kredensial login Anda dan dapat juga membajak akun.

5. Hotspot berbahaya

Rogue Access Points akan menipu korban agar terhubung ke jaringan yang mereka anggap memiliki reputasi yang baik.

Cara mengantisipasi pakai wifi gratisan

1. Gunakan VPN

Dilansir Kaspersky, VPN adalah suatu keharusan untuk menyambungkan ke jaringan Anda melalui sambungan tidak aman seperti hotspot WiFi.

Sebab sebagian besar peretas mengincar sasaran empuk, mereka kemungkinan besar akan membuang informasi yang dicuri daripada memasukkannya melalui proses dekripsi yang panjang.

2. Gunakan koneksi SSL

Jika Anda tidak memiliki VPN, Anda dapat menambahkan lapisan enkripsi ke ponsel dengan mengaktifkan opsi Always Use HTTPS atau Selalu Gunakan HTTPS di situs web yang Anda kunjungi.

3. Matikan wifi saat tidak dibutuhkan

Meskipun belum terhubung secara aktif ke jaringan, perangkat keras wifi di komputer kita masih mentransmisikan data antar jaringan.

Jika hanya menggunakan PC ataupun laptop untuk mengerjakan dokumen Word atau Excel, matikan wifi.

(din/eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK