Twitter Belum Mampu Tandai Cuitan Hoaks Orang Indonesia

Jonathan Patrick, CNN Indonesia | Senin, 19/10/2020 07:10 WIB
Public Policy Director, Indonesia & Malaysia, Twitter, Agung Yudha mengatakan Twitter Indonesia belum memiliki fitur penandaan. Ilustrasi hoaks di twitter. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Twitter mengungkap belum mampu menandai cuitan orang Indonesia yang melanggar aturan platform seperti yang dilakukan berulang kali sejumlah orang ke Presiden AS, Donald Trump.

Public Policy Director, Indonesia & Malaysia, Twitter, Agung Yudha mengungkap saat ini Twitter Indonesia belum memiliki fitur penandaan atau pelabelan tersebut.

Fitur itu baru dimiliki oleh Twitter Amerika Serikat dan hanya berlaku untuk isu-isu terkait Covid-19 dan pemilu AS. Apabila fitur pelabelan cuitan mendapat timbal balik positif, kemungkinan fitur itu akan diluncurkan secara global.


"Belum ada karena fitur itu saat ini baru di AS dan itu pun untuk sementara ini hanya untuk konten terkait Covid-19 dan us election jadi di luar itu masih belum. Jika misalnya trial ini sukses dan didukung pengguna, kemungkinan akan diluncurkan ke global secara bertahap," kata Agung dalam konferensi virtual, Kamis (15/10).

Agung menjelaskan Twitter Indonesia belum memiliki informasi kapan dan negara mana yang akan mendapatkan fitur pelabelan tersebut. Kemudian belum diketahui apakah pelabelan tersebut hanya berlaku untuk isu Covid-19 dan pemilu atau bisa untuk isu-isu lainnya.

"Ekspan dulu di us menjadi lebih banyak konten dan lebih banyak review. kemudian baru akan di roll out di global," tutur Agung.

Lebih lanjut Agung mengatakan pengembangan dan penerapan fitur pelabelan tergantung pada timbal balik pasca uji coba di Amerika Serikat. Apabila timbal baliknya bagus, maka kemungkinan fitur akan diterapkan di pasar selain AS.

"Namun hingga saat ini kit belum tahu yang jelas terkait time frame-nya," kata Agung.

Sebelumnya, cuitan Trump banyak yang ditandai oleh Twitter. Salah satu cuitan Trump berisi sebuah video hoaks CNN yang bertuliskan 'Amerika bukan masalahnya. Masalahnya adalah berita palsu'. Saat dikonfirmasi, juru bicara Twitter mengatakan cuitan ini diberi label untuk memberikan penjelasan kepada orang-orang.

Pada Mei, Twitter memberi label dua tweet Trump yang membuat klaim palsu tentang surat suara di California.

Beberapa hari kemudian, Twitter menandai 'glorification of violence' atau glorifikasi kekerasan pada cuitan Trump yang berisi 'ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai'.

Baru-baru ini, Twitter kembali menandai cuitan Trump yang berisi klaim dirinya kebal terhadap Covid-19 melanggar kebijakan perusahaan. Twitter menyembunyikan cuitan itu, namun tetap dapat diakses dengan peringatan.

(jnp/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK