93 Persen Konsumen Anggap Layanan Gojek Paling Aman

Gojek, CNN Indonesia | Rabu, 28/10/2020 17:03 WIB
Riset Lembaga Demografi FEB UI menemukan bahwa mayoritas konsumen (93 persen) menganggap keamanan layanan Gojek lebih baik dari standar industri. Riset Lembaga Demografi FEB UI menemukan bahwa mayoritas konsumen (93 persen) menganggap keamanan layanan Gojek lebih baik dari standar industri. (Foto: Gojek)
Jakarta, CNN Indonesia --

Riset terbaru Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menemukan bahwa mayoritas konsumen (93 persen) menganggap keamanan layanan Gojek lebih baik dari standar industri.

Salah satu bukti nyata yang dilakukan Gojek adalah melalui tiga inovasi terbaru di bawah inisiatif J3K (Jaga Kesehatan, Kebersihan, dan Keamanan).

Kesigapan ini menjadikan Gojek perusahaan penyedia layanan transportasi digital dengan protokol kesehatan dari hulu ke hilir terlengkap di layanan transportasi.


Chief of Corporate Affairs Gojek Nila Marita mengatakan sejak awal pandemi, Gojek telah sigap melakukan berbagai penyesuaian yang mengedepankan aspek kebersihan, kesehatan, dan keamanan lewat inisiatif J3K pada setiap layanan tanpa beban biaya tambahan.

"Salah satu dari inovasi terbaru Gojek bersifat nonteknologi yaitu Alat Perlindungan Driver GoRide yang bertujuan sebagai lapisan keamanan tambahan untuk menjaga kesehatan mitra driver dan pengguna selama perjalanan. Inovasi tersebut, yang terdiri atas sekat pelindung kendaraan dan pelindung wajah, telah hadir di 16 kota dan didistribusikan ke lebih dari 36.000 mitra GoRide dan akan berlanjut secara bertahap," ujarnya.

Inovasi lain yang bersifat teknologi dan telah diimplementasikan secara massal adalah fitur "Komitmen Keamanan terhadap Protokol J3K" di aplikasi pelanggan. Ini untuk memastikan protokol kesehatan telah dilaksanakan; dan fitur Ceklis Protokol J3K dan Selfie Verifikasi Masker di aplikasi mitra driver untuk memastikan mitra driver dalam keadaan sehat, rutin mencuci tangan, telah mendisinfeksi kendaraan, akan menjaga jarak selagi menunggu orderan, dan menggunakan masker.

Selain itu, Gojek juga memiliki fitur Geofencing yang membantu mitra driver mencegah berkerumun sekaligus menghindari zona merah saat bekerja untuk mendukung Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.

"Menyadari situasi pandemi yang begitu dinamis, kami terus beradaptasi dan menghadirkan inovasi baru baik yang berbasis non-teknologi maupun teknologi untuk terus menjaga kebersihan dan kesehatan bersama. Hal ini kami lakukan untuk menyesuaikan kebutuhan sambil terus memberikan rasa aman bagi mitra driver dan penumpang saat berada di perjalanan," ujar Nila.

Rangkaian inovasi J3K Gojek terbukti telah membantu konsumen beradaptasi semasa pandemi, sehingga mereka terus terus mengandalkan Gojek untuk beraktivitas.

Selain inovasi-inovasi tambahan di atas, Gojek juga menghadirkan tempat penitipan helm, tempat cuci tangan, dan dispenser hand sanitizer yang berkolaborasi dengan Wardah, Antis, dan Godrej, serta menyediakan belasan ribu hand sanitizer di puluhan titik Zona Nyaman J3K yang tersedia di lokasi-lokasi strategis, termasuk stasiun dan pusat perbelanjaan.

(fef)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK