Johnny Plate: 12 Ribu Desa dan Kelurahan Belum Dapat 4G

CNN Indonesia | Kamis, 05/11/2020 02:15 WIB
Menkominfo Johnny G. Plate menyebut 12 ribu desa belum terima sinyal 4G. Menkominfo Johnny G. Plate (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA
Jakarta, CNN Indonesia --

Menkominfo Johnny G. Plate menyatakan 12.548 desa atau kelurahan yang belum menerima sinyal 4G. Dia mengatakan infrastruktur yang telah dibangun saat ini belum menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

"Masih terdapat 12.548 yang belum terlayani sinyal 4G atau blank spot," ujar Johnny dalam konferensi pers virtual, Rabu (4/11).

Johnny menuturkan pemerintah bukan pihak yang harus membangun infrastruktur guna menyediakan internet di seluruh wilayah tersebut. Dia mengatakan pemerintah hanya bertugas mengintervensi operator seluler agar membangun infrastruktur.


Sehingga, Johnny menyebut pemerintah membangun Badan Layanan Umum Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dan Palapa Ring. Akan tetapi, dia berkata intersepsi itu belum optimal karena masalah anggaran.Namun, dia juga mengatakan pemerintah tidak bisa menunggu opsel untuk membangun infrastruktur di wilayah itu. Sebab, dia berkata hal itu akan menimbulkan disparitas (kesenjangan) internet.

Johnny enggan merinci anggaran yang dibutuhkan untuk menyediakan jaringan di wilayah yang belum terjangkau sinyal internet. Namun dia menyebut dana yang dibutuhkan mencapai miliaran dollar.

"Bauran pendanaan sekarang sedang dilakukan," ujarnya.

Dengan skema bauran pendanaan, Johnny mengklaim pemerintah akan menyediakan jaringan internet di 9.113 desa/ kelurahan paling lambat pada tahun 2022. Sedangkan, 3.435 desa/ kelurahan akan diserahkan kepada opsel.

"Saya sedang bicara dengan opsel untuk secara simultan membangun di wilayah non 3T (terdepan, terpencil, dan terluar) berbarengan dengan di wilayah 3T agar pada tahun 2022 seluruh desa dan kelurahan sudah terlayani dengan sinyal 4G," ujar Johnny.

Johnny menambahkan Kominfo juga telah menyediakan akses internet langsung dari satelit untuk 3.126 puskesmas. Dia mengatakan akses internet berbeda dengan Base Transceiver Station (BTS).

"Kalau akses internet itu untuk spot tertentu," ujarnya.

Lebih dari itu, Johnny mengaku akan mendapat pembiayaan untuk menggunakan high-throughput satellite (HTS). Dia mengatakan satelit itu memiliki kapasitas mencapai 150GB atau sama dengan tiga kali lipat sembilan satelit yang digunakan Indonesia saat ini.

(jps/eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK