Kuota Data Belajar: Belum Semua Siswa Bisa Pakai Internet 4G

CNN Indonesia | Jumat, 25/09/2020 17:22 WIB
Menkominfo meminta operator seluler yang terlibat bantuan kuota belajar selama pandemi Covid-19 untuk jaga kualitas internet. Ilustrasi pembelajaran jarak jauh kala pandemi Covid-19. (CNN Indonesia / Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Kominfo Johnny G Plate menyadari bahwa ada titik-titik wilayah tertentu di Indonesia yang masih belum tersedia jaringan internet dengan layanan 4G untuk menjangkau lebih dari 60 juta siswa yang harus mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat pandemi virus corona Covid-19.

"Kominfo sudah menyiapkan peta jalan untuk penyebaran jaringan internet 4G di 12.548 desa dan kelurahan yang belum tersedia jaringan internet dengan layanan 4G paling lambat selesai di tahun 2022," katanya saat peluncuran Bantuan Kuota Data Internet 2020 secara daring, seperti dikutip Antara, Jumat (25/9).

Sementara untuk tahun 2021 nanti, pemerintah akan berkomitmen melalui intervensi fiskal. Johnny kemudian meminta operator seluler yang terlibat dalam program bantuan kuota belajar untuk menjaga kualitas jaringan mereka.


"Setiap operator seluler yang ambil bagian, perhatikan betul ketersediaan infrastruktur di tempatnya masing-masing," ujarnya.

Johnny menyatakan perhatian untuk percepatan perluasan jaringan dan infrastruktur agar penyelenggaraan PJJ bisa berlangsung dengan baik. Upaya tersebut salah satunya dilakukan dengan penataan dan penataan ulang spektrum frekuensi.

"Kami akan memperhatikan penataan spektrum frekuensi, dengan farming dan refarming supaya PJJ bisa berjalan dengan baik," kata Johnny.

Dalam jangka menengah, Kominfo akan mempercepat perluasan akses internet di ribuan desa/kelurahan dan 150.000 titik fasilitas publik.

Hingga akhir 2022, pembangunan infrastruktur telekomunikasi akan diprioritaskan untuk menghadirkan sinyal 4G di 12.548 desa/kelurahan. Sementara, akses internet di 150.000 titik layanan publik ditargetkan selesai pada kuartal III 2022.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan hari ini meluncurkan program Bantuan Kuota Data Internet 2020 untuk pelajar dan guru di Indonesia untuk Pembelajaran Jarak jauh. Kuota tersebut akan diberikan mulai September hingga Desember 2020, untuk nomor ponsel Telkomsel, Indosat Ooreedoo, XL Axiata, 3 (Tri) dan Smartfren.

Pemerintah akan memberikan kuota sebesar 20GB per bulan untuk peserta didik Pendidikan anak usia dini (PAUD), 35GB per bulan untuk pelajar SD-SMA dan 42GB untuk pengajar PAUD, SD hingga SMA. Sementara itu, mahasiswa dan dosen akan diberikan bantuan kuota sebesar 50GB per bulan.

Kuota Data Operator Kompetitif

Menurut Johnny, tarif yang diberikan operator Telkomsel, Indosat Ooredoo, 3, XL Axiata, dan Smartfren untuk mendukung program kebijakan bantuan kuota data internet betul-betul sangat kompetitif.

"Setahu saya, itu potongan harga nya sekitar dua pertiga (tarif yang diberikan operator)," kata Johnny.

Ia pun berharap kerja sama itu juga menguntungkan operator seluler dari sisi kemajuan kelangsungan usaha sektor informasi dan komunikasi yang lebih hebat lagi.

"Seperti yang kita tahu, sektor komunikasi dan informasi merupakan salah satu dari dua sektor di Indonesia yang di Kuartal II-2020 bertumbuh positif bahkan dobel digit, 10,8 persen, (lebih baik) dibanding sektor lain yang mengalami kontraksi yang dalam," kata Johnny.

Lebih lanjut dia menambahkan bahwa Kominfo akan memperhatikan percepatan perluasan akses jaringan internet. Salah satunya dengan memberdayakan akses internet yang langsung ke satelit untuk wilayah pinggiran (the lastmile) yang sulit terjangkau sinyal menara Base Tranceiver Station (BTS).

"Pak Nadiem (Makarim) dan pak Erick (Thohir), dapat saya sampaikan, sebelum (kuota bantuan belajar daring) bisa disebar dengan baik, BTS-BTS di the lastmile yang membutuhkan pengadaan yang sangat kompleks karena tantangan wilayah, saat ini Kominfo juga menggunakan akses internet yang langsung ke satelit," kata Johnny.

Akses internet langsung dari satelit itu dilakukan Kominfo dengan jaringan internet berdaya jangkau terbatas yang mencakup wilayah 50-100 meter di setiap titik, maupun dengan projek pilot Superwifi yaitu projek jaringan internet berdaya jangkau 500 meter dengan kapasitas data 4 sampai 30 gigabytes.

Johnny mengatakan bahwa Kominfo juga akan memperhatikan penataan dan penambahan spektrum-spektrum frekuensi radio agar proses belajar-mengajar daring itu bisa dilakukan dengan baik.

(antara/DAL)

[Gambas:Video CNN]