BMKG Analisa Gempa Banten Kamis Pagi

Jonathan Patrick, CNN Indonesia | Kamis, 05/11/2020 09:10 WIB
Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengungkap penyebab gempa Bayah, Banten. Ilustrasi gempa Bayah Banten, Kamis (5/11). (Foto: Istockphoto/ Doguhakan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wilayah Bayah, Provinsi Banten diguncang gempa bumi berkekuatan 5,2 magnitudo pada Kamis (5/11) pagi. Hasil pemodelan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa bumi tak berpotensi tsunami.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengungkap gempa ini terletak pada koordinat 7,54 Lintang Selatan dan 106,01 Bujur Timur.

Tepatnya pusat gempa ada di laut pada jarak 72 km arah Barat Daya Bayah, Lebak, Banten pada kedalaman 30 km.


"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng dimana Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia di selatan Jawa Barat dan Banten," kata Daryono dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (5/11).

Daryono menyatakan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Guncangan gempa ini dirasakan di Panggarangan IV MMI, Sukabumi II-III MMI, Pelabuhan Ratu II MMI.

Hingga pukul 06.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock)

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut," ujar Daryono.

(jnp/mik)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK