17 WNI Positif Corona di Jepang, Eijkman Singgung Akurasi Tes

CNN Indonesia | Jumat, 20/11/2020 19:08 WIB
Eijkman mempertanyakan sensivitas tes Covid-19 yang dipakai Jepang usai 17 WNI dinyatakan positif virus corona. Ilustrasi Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mempertanyakan akurasi tes COVID-19 yang dilakukan kepada 17 Warga Negara Indonesia (WNI) di Indonesia di Jepang. Eijkman ragu dengan hasil tes 17 WNI yang dinyatakan positif COVID-19 usai tes PCR tersebut.

"Anehnya adalah menyangkut belasan orang. Jadi kita harus melihat ini bukan yang terjadi secara acak. Tapi kemungkinan besar terjadi secara sistematik," kata Amin di CNNIndonesia TV, Kamis (19/11) malam.

Amin mengatakan bahwa perbedaan hasil tes kerap terjadi karena sensitivitas alat tes PCR virus corona yang berbeda. Namun biasanya perbedaan itu terjadi secara acak.


"Artinya yang mungkin terjadi adalah bahwa tes yang dilakukan di Indonesia menggunakan secara keseluruhan standar yang berbeda sehingga memiliki sensitivitas yang lebih rendah," beber dia.

"Mungkin di negara lain menggunakan sensitivity yang lebih tinggi standar nya," sambung dia.

Lebih lanjut Amin menuturkan, jika ingin mengecek keabsahan suatu hasil harus dicek terlebih dahulu prosedur dari penyedia jasa PCR tersebut. Akan dilihat mulai dari pengambilan sampel sampai hasil analisisnya.

"Kemudian tes nya sendiri bagaimana menganalisisnya. Karena ini terjadinya dan jumlah orang yang cukup banyak dan sekaligus maka ada kemungkinan ketidaksesuaian yang sistematik," ungkap dia.

Kendati begitu, ia berharap bahwa laboratorium yang menguji tes PCR di Jepang tersebut benar-benar menjalankan prosedur yang baik dalam mengambil tes. Jika prosedur dilakukan dengan tidak benar, maka laboratorium tersebut diragukan keabsahannya.

"Kemungkinan kedua mudah mudah ini tidak terjadi bahwa diragukan keabsahannya artinya semuanya memang berhasil negatif. Saya berharap itu betul betul diperoleh dari pengujian yang baik, dapat dipercaya dan menggunakan metode yang di rekomendasikan," tutup dia.

Sebelumnya, Kedutaan Besar RI di Tokyo mengatakan 17 WNI dinyatakan positif terinfeksi virus corona setibanya di Jepang, Mereka dinyatakan sebagai pasien tanpa gejala (OTG).

Belasan WNI itu saat ini tengah diisolasi di fasilitas pemerintah Jepang di Osaka dan akan dikarantina selama 14 hari sejak kedatangan sebelum menjalani tes PCR kembali.

(ctr/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK