Ramai Batu Meteor Tapanuli, Bule AS Bantah Harga Rp200 Juta

CNN Indonesia | Kamis, 19/11/2020 21:21 WIB
Jared Collins, warga AS yang tinggal di Bali disebut sebagai pembeli batu meteor di Tapanuli membantah soal harga Rp200 juta dan Rp26 Miliar untuk Joshua. Ilustrasi batu meteor di Tapanuli. (Abdi Somat Hutabarat/detikcom)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jared Collins, pembeli batu meteor, warga Amerika Serikat yang tinggal di Bali buka-bukaan soal harga batu yang kadung viral dan diberitakan media nasional dan internasional itu. Collins membantah kabar bahwa pecahan batu meteor Tapanuli dijual kembali seorang kolektor kedua melalui situs jual-beli eBay seharga 757 poundsterling (Rp14,1 juta) per gram.

Sebelumnya, Joshua Hutagalung (34) mengklaim mendapat Rp200 juta usai menjual batu meteor yang jatuh menimpa rumahnya di Desa Satahi Nauli, Kecamatan Kolang, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Dalam keterangan tertulis, Collins membantah pemberitaan harga batu seberat 1.800 gram yang dijual Joshua bisa mencapai hampir 1,4 juta poundsterling atau setara dengan Rp26 miliar.


Collins memastikan bahwa harga yang disebutkan di pemberitaan sama sekali tidak benar dan tidak tepat. Adapun keaslian, nilai sebenarnya adalah kerahasiaan kedua belah pihak, baik Joshua Hutagalung maupun warga Amerika yang tinggal di luar negeri, yang mengambil alih meteor tersebut.

"Berdasarkan kesepakatan bersama. Tetapi jumlah yang dibayarkan atau diterima bukanlah 200 juta atau harga yang terlalu dibesar-besarkan sejumlah 25 miliar yang dilaporkan di seluruh dunia," kata Collins, Kamis (19/11).

"Saat ini tidak ada meteorit dengan nilai seperti itu, dan tentunya tidak ada kolektor yang akan membayar harga tersebut," tambahnya.

Lebih lanjut, Collins menceritakan kronologi lengkap transaksi batu meteor Tapanuli itu. Pada tanggal 7 Agustus 2020, ia dihubungi oleh sesama penggemar meteorit yang sedang berada AS untuk membantunya mendapatkan sebuah meteorit yang jatuh di Sumatera Utara milik Josua Hutagalung.

Tertarik dengan kisah Joshua dan memiliki pengetahuan serta minat pada meteorit, Collins setuju untuk membantu koleganya di AS.

Collins kemudian ditugaskan untuk memeriksa keaslian meteorit yang ditemukan oleh Joshua, melindungi meteorit tersebut dari kemungkinan kerusakan dan kontaminasi yang mungkin terjadi akibat penanganan meteorit yang tidak tepat serta menyampaikannya dengan aman kepada koleganya di AS.

Nilai transaksi telah disetujui oleh Joshua dan rekannya di AS itu melalui komunikasi langsung yang sebelumnya dilakukan oleh kedua belah pihak, tanpa melibatkan Collins.

Joshua menetapkan harga yang kemudian disetujui oleh orang AS itu. Collins mengklaim, baik Joshua maupun warga AS itu sepakat bahwa prosesnya adil dan diterima dengan baik oleh kedua belah pihak.

Collins kemudian berangkat ke Sumatera Utara dan bertemu dengan Joshua untuk melihat keaslian meteorit tersebut dan melindungi meteorit tersebut untuk pengiriman yang aman kepada koleganya itu.

Collins menerima penggantian untuk biaya perjalanan dan untuk waktunya yang dihabiskan untuk kepentingan membantu kolega tersebut. Dia mengklaim tidak memiliki meteorit ini dan juga tidak menjual meteorit tersebut kepada pihak lain yang memiliki meteorit tersebut saat ini.

Tujuan akhir dari keterlibatan Collins sebagai penggemar meteorit diklaim merupakan kesempatan sekali seumur hidup untuk secara pribadi menyaksikan dan secara fisik memeriksa meteorit yang penting secara ilmiah ini.

Sebelumnya diberitakan, Jared Collins merupakan ahli meteor asal Amerika Serikat (AS). Ia kemudian mengaku dikirim oleh kolektor bernama Jay Piatek untuk mengamankan meteorit dan melakukan negosiasi harga dengan Joshua.

(dal/DAL)


[Gambas:Video CNN]
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK