Menkominfo Buka Suara soal Satelit Satria yang Disebut Gagal

CNN Indonesia | Senin, 23/11/2020 19:52 WIB
Menkominfo Plate membantah media Space Intel Report bahwa International Telecommunication Union (ITU) tolak peluncuran satelit Satria. Ilustrasi Menkominfo Plate bicara satelit satria. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate membantah pemberitaan media Space Intel Report bahwa International Telecommunication Union (ITU) menolak peluncuran satelit Satria. Dia mengatakan ITU menginginkan lebih banyak informasi sebelum memperpanjang tenggat waktu peluncuran satelit Satria.

"Kita semua masih yakin satelit Satria 1 sesuai tambahan waktu penempatan yang diminta Indonesia," ujar Johnny dalam konferensi pers, Senin (23/11).

Johnny menyampaikan Indonesia mengajukan permohonan perpanjangan waktu selama 14 bulan dari tenggat waktu regulasi untuk meluncurkan satelit Satria. Dia beralasan pandemi Covid-19 telah menjadi faktor permohonan penundaan itu.


Politisi NasDem itu berkata pandemi Covid-19 telah berdampak pada proses pengadaan dan produksi satelit Satria 1. Sehingga, jadwal peluncuran mengalami pengunduran.

"Yang kami perkirakan secepatnya atau paling cepat peletakan di orbit bisa dilakukan pada kuartal 4 tahun 2023. Itu biasa terjadi di dalam ITU-ITU board meeting, biasa terjadi di industri satelit di mana terjadinya potensi force majeure atau keadaan kahar," ujarnya.

Karena force majeure akibat Covid-19, Johnny mengklaim ITU memohon dan meminta informasi tambahan ke Indonesia dan PSN agar pertimbangannya dapat diputuskan dalam rapat ITU berikutnya pada Maret 2021.

"ITU memahami betul progress yang sudah terjadi pada pengadaan satelit kita," ujar Johnny.

Di sisi lain, Johnny membeberkan proses produksi Satria 1 sedang berjalan. Pembiayaan satelit itu juga sudah mendapat persetujuan dari lembaga pembiayaan BPI Perancis dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Langkah alternatif

Johnny menyampaikan Kominfo sudah mempersiapkan langkah untuk merealisasikan peluncuran satelit Satria 1. Dia menyebut Indonesia sudah memiliki backup file satelit yang sudah didaftarkan di ITU sebagai cadangan, yaitu Nusantara PE 1 A.

"Apabila file PSN 146E tidak dapat digunakan lagi yang mudah-mudahan bisa kita gunakan karena itu biasa terjadi di Industri ini," ujar Johnny.

Kemudian, Johnny menyebut operator di Indonesia dapat menyewa dan menempatkan satelit floater dalam jangka waktu tertentu di slot orbit PSN 146E untuk memenuhi kewajiban regulasi ITU.

"Dengan demikian file PSN 146E akan tetap terjaga keberadaannya dan dapat digunakan satelit Satria," ujarnya.

Johnny menuturkan satelit Satria 1 akan diletakkan di orbit 146 Bujur Timur atau Pasifik Satelit Nusantara (PSN) 146 BT. Satelit itu dibuat oleh Thales Alenia Space dan akan diluncurkan dengan menggunakan roket SpaceX Falcon 9.

"Saat ini produksinya sedang berjalan. Pengadaan dan rencana penempatan satelit Satria 1 masih berjalan dan berlangsung dengan normal," ujarnya.

Johnny menambahkan slot orbit 146 BT juga telah disetujui oleh ITU untuk digunakan Indonesia, dalam hal ini PSN selaku operator Satria 1. Jangka waktu penempatan satelit Satria 1 sampai dengan Maret 2023. Satelit Satria 1 memiliki kapasitas 150 GB per detik dan salah satu satelit terbesar di ASIA.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK