Fenomena Langit Akhir November 2020

Dini Nur Asih, CNN Indonesia | Selasa, 24/11/2020 12:59 WIB
Di akhir November setidaknya ada 4 fenomena yang sayang untuk dilewatkan. Ilustrasi fenomena astronomi November 2020. (Foto: Screenshoot via Instagram/@pussainsa_lapan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ada beberapa fenomena astronomi di November 2020. Pusat Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) mencatat ada beberapa fenomena yang sayang untuk dilewatkan.

Dan di akhir November setidaknya ada 4 fenomena. Sebagian sudah bisa diprediksi dan bisa dijelaskan secara ilmiah. Berikut fenomena antariksa yang bakal terjadi akhir November 2020 mengutip LAPAN:

1. 25-26 November Konjungsi Bulan-Mars


Bulan dan Mars kembali konjungsi pada 25 dan 26 November 2020 dengan puncak konjungsi terjadi pada tanggal 26 November pukul 06:34:11 WIB dengan sudut pisah 4,25 derajat.

Bulan dan Mars dapat diamati sejak tanggal 25 November 2020 pukul 18:00 WIB dari arah timur laut dengan sudut pisah 7,4 derajat dan ketinggian 50 derajat di atas ufuk.

Lalu berkulmaninasi di arah utara pada pukul 20:20 WIB dengan sudut pisah 6,5 derajat dan ketinggian 70 derajat di atas ufuk.

Kemudian terbenam pada 26 November 2020 pukul 02:20 WIB dari arah barat dengan sudut pisah lima derajat. Nantinya Bulan terletak di konstelasi Cetus sementara Mars terletak di konstelasi Pisces.

2. 27 November - Apoge Bulan

Bulan akan berada pada titi terjauh Bumi atau disebut apoge pada pukul 07:02:09 WIB dengan jarak geosentrs 405.917 kilometer, iluminasi 89,89 persen dan lebar sudut 26,5.

Nantinya Bulan terletak di konstelasi Pisces ketika apoge dan baru dapat disaksikan mulai pukul 15:40 WIB di arah timur dan terbenam keesokan harinya pada pukul 03:30 WIB di arah barat.

3. 30 November - Gerhana Bulan Parsial

Akhir bulan November 2020 ditutup dengan Gerhana Bulan Penumbral Parsial yang dimulai sejak pukul 14:29:56 WIB hingga pukul 18:55:48 WI selama empat jam 25 menit 52 detik.

Puncak gerhana terjadi pukul 16:42:49 WIB. Gerhana Bulan kali ini termasuk dalam Seri Saros 116 Gerhana ke-58.

Magnitudo penumbra bernilai negatif yang menandakan bahwa hanya sebagian permukaan Bulan yang masuk ke dalam bayangan penumbra. Oleh karena itu, Gerhana Bulan kali ini disebut sebagai gerhana Bulan penumbral parsial.

4. 30 November - Fase Bulan Purnama

Puncak Bulan Purnama kali ini terjadi tanggal 30 November 2020 pukul 16:29:47 WIB. Beberapa menit sebelum puncak Gerhana Bulan Penumbral Parsial dimulai.

Bagi wilayah Indonesia timur, puncak purnama akan beriringan dengan terbit Bulan sementara bagi wilayah Indonesia barat dan tengah, puncak purnama terjadi sebelum terbit Bulan.

Bulan akan terbit di arah timur laut, berkulminasi di arah utara sekitar tengah malam dan terbenam keesokan harinya di arah barat laut.

(din/mik)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK