NASA Siapkan Pemakaman Manusia di Bulan Seharga Rp176 Juta

CNN Indonesia | Jumat, 27/11/2020 17:40 WIB
Abu manusia yang dikremasi di bumi akan dikirim tahun 2021 ke bulan dalam misi NASA. Ilustrasi Bulan. (iStock/CreativaImages)
Jakarta, CNN Indonesia --

Abu manusia yang dikremasi di bumi akan dikirim tahun 2021 ke bulan. Hal itu menjadi salah satu program NASA terkait layanan pemakaman komersial manusia di Bulan.

Namun pemakaman tersebut bukan dalam bentuk jenazah manusia utuh. Perusahaan memorial luar angkasa Texas Celestis akan menyediakan lebih dari selusin kapsul yang membawa abu manusia dan DNA mereka untuk penerbangan ke Bulan itu.

NASA menamakan misi itu dengan Luna 2, yang akan diluncurkan pada Juli 2021 ke Bulan yang disebut wilayah Lacus Mortis.


Melansir The New York Post, sampai saat ini hanya satu orang ilmuwan planet revolusioner yaitu Eugene Shoemaker yang telah terkubur di permukaan Bulan.

"Kapsul peringatan Celestis akan tetap berada di Bulan sebagai penghormatan terakhir kepada jiwa pemberani yang tidak pernah berhenti meraih bintang," kata pihak Celestis.

Paket pemakaman hasil kolaborasi NASA dan Celestis ini dibanderol dengan harga dari US$12.500 atau Rp176,5 juta. Untuk penerbangan Juli 2020, NASA dilaporkan telah mengantongi daftar abu jenazah yang akan dimakamkan di Bulan.

Ahli Geologi Bulan NASA, Mareta West akan menentukan pendaratan kapsul dan menaburkan abu sebagai bagian dari misi di Bulan.

Pemakaman Celestis akan dibawa ke permukaan Bulan oleh pesawat ruang angkasa yang dibuat oleh Astrobotic, perusahaan robotika swasta AS.

Peregrine Lander akan menjadi pesawat luar angkasa Amerika pertama yang mendarat di Bulan sejak misi Apollo.

Peregrine Mission One akan diluncurkan oleh roket Vulcan Centaur dari United Launch Alliance, Cape Canaveral, Florida.

Astrobotic sendiri, melansir News, dipilih tahun 2019 oleh NASA dengan kontrak senilai US$79,5 juta untuk mengirimkan muatan ke Bulan.

Selain kapsul Celestis, perusahaan yang berbasis di Pittsbugrh akan menggunakan pendaratannya untuk menurunkan peralatan demonstrasi ilmiah dan teknologi.

Sebelumnya, Aura Flights, sebuah perusahaan yang berbasis di Sheffield, Inggris, menggunakan balon cuaca untuk menyebarkan abu orang sejauh 20 mil di atas permukaan Bumi.

Pada 2018, perusahaan AS Elysium Flights meluncurkan satu gram abu dari 100 orang di luar orbit Bumi dengan roket SpaceX.

(din/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK