Bagi sebagian besar orang Indonesia yang hanya mengenal dua musim yakni hujan dan panas, salju menjadi hal langka. Ada banyak fakta unik yang bisa ditemukan di salju, salah satunya bahwa salju bukanlah berwarna putih.
CNNIndonesia.com mencoba merangkum beberapa fakta yang mungkin masih banyak belum diketahui oleh masyarakat +62 tentang salju yang merupakan air yang mengkristal di atmosfer dan menutupi sekitar 23 persen permukaan bumi itu.
Salju Bukan Putih
Melansir BBC Earth, pakar salju akan menyebut uap air ini tidaklah berwarna putih, melainkan transparan. Cahaya yang terpantul di permukaan salju yang membuatnya terlihat putih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh sudut salju memantulkan cahaya ke berbagai arah sehingga menyebarkan seluruh spektrum warna. Salju juga dapat memunculkan beragam jenis warna yang spektakuler.
Debu, polusi atau tanaman algae segar di suhu rendah dapat membuat salju terlihat hitam, oranye atau biru.
Melansir Snow Brains, dari total air tawar di bumi, 80 persen dibekukan dalam bentuk es atau salju. Ini menyumbang 12 persen dari permukaan bumi.
Salju Ada Banyak Bentuk
Salah satu faktor yang paling menentukan bentuk salju adalah temperatur udara di sekitarnya. Penelitian tentang salju telah menemukan kecenderungan itu sejak lama.
Kristal es yang serupa jarum terbentuk pada suhu -2 derajat celcius, sedangkan suhu di bawah -5 derajat celcius akan membentuk kristal yang mirip piring datar.
Perubahan suhu lainnya ketika butiran salju jatuh dari langit akan menentukan perbedaan bentuk struktur serupa cabang pohon dari kristal-kristal es tersebut.
Ada 35 bentuk salju, termasuk sejumlah yang berjenis endapan beku dan disusun dalam katalog salju.
Gumpalan Salju Terus Membesar
Selama beberapa dekade telah muncul cerita kepingan salju besar yang jatuh ke berbagai lokasi di dunia. Dari yang berukuran lima hingga 15 sentimeter atau bahkan bervolume 38 sentimeter.
Ada Suara Salju
Salju yang baru saja jatuh ke bumi menyerap gelombang suara, membuat segala sesuatu terdengar tak berbunyi, suasana yang lebih sunyi terdengar setelah hujan salju berhenti. Namun jika salju mencari lalu membeku kembali, es itu dapat memantulkan gelombang suara yang terdengar lebih jauh dan jelas.
Suku Eskimo disebut punya 100 istilah soal salju. Selain itu, suku Inuit yang berdiam di kawasan Artik kerap dikisahkan mempunyai 50 istilah untuk menyebut salju. Fakta itu diragukan dan dianggap sebagai spekulasi belaka.
Peneliti di Universitas Glasgow mengklaim, bangsa Skotlandia mempunyai 421 terminologi yang merujuk skelf (kepingan salju besar), spitters (butiran salju kecil), dan ubrak (permulaan cairnya salju).
Monyet Sangat Suka salju
Manusia bukanlah satu-satunya mamalia yang menikmati permainan lempar bola salju. Kera Jepang yang juga dikenal sebagai monyet salju pernah terpantau membuat dan bermain dengan bola salju. Kera muda terlihat bahagia mencuri bola salju dari kawanannya. Mereka pun lantas bergulat memperebutkannya.
Salju Tak Selamanya Buat Sehat
Menghabiskan banyak waktu di dataran tinggi dapat membuat Anda terjangkit piblokto atau 'gangguan saraf Artik', penyakit yang menyerang orang-orang Inuit yang berdiam di Lingkar Artik.
Gejala penyakit ini adalah mengulang ucapan kata-kata tanpa arti dan bertingkah laku irasional atau yang membahayakan diri sendiri. Gejala itu diikuti amnesia atau lupa ingatan.
Ketakutan Terhadap Salju
Chionophobia adalah sebutan untuk kondisi psikologis rasa takut terhadap salju. Istilah ini berasal dari terminologi Yunani, chion, yang berarti salju.Fenomena ini dapat berkembang dari trauma masa kecil, salah satunya kecelakaan akibat salju.
Salju Bisa Juga Buat Hangat
Salju terdiri dari 90 hingga 95 udara yang terperangkap, artinya salju adalah insulator yang mumpuni. Ini adalah alasan banyak binatang mengubur diri ke liang salju yang dalam pada musim dingin untuk berhibernasi.
Ini pula asalan rumah salju yang digunakan menghangatkan tubuh memiliki suhu 100 derajat lebih hangat dibandingkan luar ruangan. Salju mudah beradaptasi.
Biasanya, temperatur udara butuh titik untuk membentuk salju. Tapi jika hujan turun cukup lama, udara di daerah itu dapat turun drastis dan akhirnya menciptakan lingkungan yang tepat untuk produksi butiran salju.
Jadi temperatur bisa saja 6 derajat celcius di permukaan tanah, tapi salju tetap berjatuhan dari langit.
Salju dapat jatuh ke permukaan bumi secara perlahan tapi juga dengan kecepatan sembilan meter per jam, tergantung kondisi udara saat itu.
Butiran salju mengumpulkan air saat mereka jatuh dari langit dan arah angin dapat mempercepat proses jatuhnya. Proses salju lepas dari awan dan mencapai permukaan tanah butuh setidaknya satu jam.
105 Badai Salju per Tahun di Amerika Serikat
AS rata-rata menghasilkan 105 badai salju per tahun. Badai biasanya akan berlangsung selama 2-5 hari dan menjatuhkan salju di beberapa negara bagian.
Kepingan Salju Terbesar di Dunia
Kepingan salju terbesar di dunia dilaporkan berukuran 15 inci dan tebal 8 inci. Guinness Book of World Records menyatakan bahwa kepingan salju raksasa ini ditemukan di Fort Keogh, Montana pada tanggal 28 Januari 1887.
Tumpukan 100 inci Salju dalam 24 Jam
Kota Capracotta di Italia Selatan melaporkan bahwa mereka menerima hujan salju setinggi 100 inci dalam 18 jam pada bulan Maret 5, 2015. Capracotta, Italia bahkan tidak berada di Pegunungan Alpen - di Italia Selatan.
Kota ini hanya setinggi 4.662 kaki dan telah dikenal sering menerima hujan salju yang sangat besar untuk satu hari. Kota ini adalah rumah bagi sekitar 1.000 penduduk.
Bagi sebagian besar orang Indonesia yang hanya mengenal dua musim yakni hujan dan panas, salju menjadi hal langka. Ada banyak fakta unik yang bisa ditemukan di salju, salah satunya bahwa salju bukanlah berwarna putih.
CNNIndonesia.com mencoba merangkum beberapa fakta yang mungkin masih banyak belum diketahui oleh masyarakat +62 tentang salju yang merupakan air yang mengkristal di atmosfer dan menutupi sekitar 23 persen permukaan bumi itu.
Salju Bukan Putih
Melansir BBC Earth, pakar salju akan menyebut uap air ini tidaklah berwarna putih, melainkan transparan. Cahaya yang terpantul di permukaan salju yang membuatnya terlihat putih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh sudut salju memantulkan cahaya ke berbagai arah sehingga menyebarkan seluruh spektrum warna. Salju juga dapat memunculkan beragam jenis warna yang spektakuler.
Debu, polusi atau tanaman algae segar di suhu rendah dapat membuat salju terlihat hitam, oranye atau biru.
Melansir Snow Brains, dari total air tawar di bumi, 80 persen dibekukan dalam bentuk es atau salju. Ini menyumbang 12 persen dari permukaan bumi.
Salju Ada Banyak Bentuk
Salah satu faktor yang paling menentukan bentuk salju adalah temperatur udara di sekitarnya. Penelitian tentang salju telah menemukan kecenderungan itu sejak lama.
Kristal es yang serupa jarum terbentuk pada suhu -2 derajat celcius, sedangkan suhu di bawah -5 derajat celcius akan membentuk kristal yang mirip piring datar.
Perubahan suhu lainnya ketika butiran salju jatuh dari langit akan menentukan perbedaan bentuk struktur serupa cabang pohon dari kristal-kristal es tersebut.
Ada 35 bentuk salju, termasuk sejumlah yang berjenis endapan beku dan disusun dalam katalog salju.
Gumpalan Salju Terus Membesar
Selama beberapa dekade telah muncul cerita kepingan salju besar yang jatuh ke berbagai lokasi di dunia. Dari yang berukuran lima hingga 15 sentimeter atau bahkan bervolume 38 sentimeter.
Ada Suara Salju
Salju yang baru saja jatuh ke bumi menyerap gelombang suara, membuat segala sesuatu terdengar tak berbunyi, suasana yang lebih sunyi terdengar setelah hujan salju berhenti. Namun jika salju mencari lalu membeku kembali, es itu dapat memantulkan gelombang suara yang terdengar lebih jauh dan jelas.
Suku Eskimo disebut punya 100 istilah soal salju. Selain itu, suku Inuit yang berdiam di kawasan Artik kerap dikisahkan mempunyai 50 istilah untuk menyebut salju. Fakta itu diragukan dan dianggap sebagai spekulasi belaka.
Peneliti di Universitas Glasgow mengklaim, bangsa Skotlandia mempunyai 421 terminologi yang merujuk skelf (kepingan salju besar), spitters (butiran salju kecil), dan ubrak (permulaan cairnya salju).
Monyet Sangat Suka salju
Manusia bukanlah satu-satunya mamalia yang menikmati permainan lempar bola salju. Kera Jepang yang juga dikenal sebagai monyet salju pernah terpantau membuat dan bermain dengan bola salju. Kera muda terlihat bahagia mencuri bola salju dari kawanannya. Mereka pun lantas bergulat memperebutkannya.
Salju Tak Selamanya Buat Sehat
Menghabiskan banyak waktu di dataran tinggi dapat membuat Anda terjangkit piblokto atau 'gangguan saraf Artik', penyakit yang menyerang orang-orang Inuit yang berdiam di Lingkar Artik.
Gejala penyakit ini adalah mengulang ucapan kata-kata tanpa arti dan bertingkah laku irasional atau yang membahayakan diri sendiri. Gejala itu diikuti amnesia atau lupa ingatan.
Ketakutan Terhadap Salju
Chionophobia adalah sebutan untuk kondisi psikologis rasa takut terhadap salju. Istilah ini berasal dari terminologi Yunani, chion, yang berarti salju.Fenomena ini dapat berkembang dari trauma masa kecil, salah satunya kecelakaan akibat salju.
Salju Bisa Juga Buat Hangat
Salju terdiri dari 90 hingga 95 udara yang terperangkap, artinya salju adalah insulator yang mumpuni. Ini adalah alasan banyak binatang mengubur diri ke liang salju yang dalam pada musim dingin untuk berhibernasi.
Ini pula asalan rumah salju yang digunakan menghangatkan tubuh memiliki suhu 100 derajat lebih hangat dibandingkan luar ruangan. Salju mudah beradaptasi.
Biasanya, temperatur udara butuh titik untuk membentuk salju. Tapi jika hujan turun cukup lama, udara di daerah itu dapat turun drastis dan akhirnya menciptakan lingkungan yang tepat untuk produksi butiran salju.
Jadi temperatur bisa saja 6 derajat celcius di permukaan tanah, tapi salju tetap berjatuhan dari langit.
Salju dapat jatuh ke permukaan bumi secara perlahan tapi juga dengan kecepatan sembilan meter per jam, tergantung kondisi udara saat itu.
Butiran salju mengumpulkan air saat mereka jatuh dari langit dan arah angin dapat mempercepat proses jatuhnya. Proses salju lepas dari awan dan mencapai permukaan tanah butuh setidaknya satu jam.
105 Badai Salju per Tahun di Amerika Serikat
AS rata-rata menghasilkan 105 badai salju per tahun. Badai biasanya akan berlangsung selama 2-5 hari dan menjatuhkan salju di beberapa negara bagian.
Kepingan Salju Terbesar di Dunia
Kepingan salju terbesar di dunia dilaporkan berukuran 15 inci dan tebal 8 inci. Guinness Book of World Records menyatakan bahwa kepingan salju raksasa ini ditemukan di Fort Keogh, Montana pada tanggal 28 Januari 1887.
Tumpukan 100 inci Salju dalam 24 Jam
Kota Capracotta di Italia Selatan melaporkan bahwa mereka menerima hujan salju setinggi 100 inci dalam 18 jam pada bulan Maret 5, 2015. Capracotta, Italia bahkan tidak berada di Pegunungan Alpen - di Italia Selatan.
Kota ini hanya setinggi 4.662 kaki dan telah dikenal sering menerima hujan salju yang sangat besar untuk satu hari. Kota ini adalah rumah bagi sekitar 1.000 penduduk.