Saingi Rusia, China Uji Mesin Pesawat Bertugas Angkut Tank

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Senin, 30/11/2020 11:56 WIB
Mesin baru tersebut diuji coba pada pesawat Xian Y-20. Setelah uji coba berhasil pesawat digunakan untuk mengangkut tank-tank buatan China ke medan perang. Ilustrasi Pesawat Xian Y-20. (Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Jakarta, CNN Indonesia --

China dilaporkan sedang menguji mesin baru untuk pesawat angkut Xian Y-20. Mesin buatan dalam negeri itu diklaim memiliki kemampuan angkut 20 persen lebih banyak dari mesin buatan Rusia yang selama ini digunakan.

Mesin baru bagi Y-20 merupakan mesin buatan dalam negeri. Jika mesin itu sukses melakukan pengujian, Y-20 akan mampu mengangkut tank paling canggih di China, yakni 99A yang beratnya mencapai 58 ton ke medan perang.

Melansir SCMP, Senin (30/11), China telah lama berjuang untuk menghasilkan mesin berkualitas tinggi untuk pesawat perangnya. Hal itu dilakukan dengan tujuan agar militer China tidak bergantung pada Rusia.


Seorang sumber mengatakan mesin pesawat yang dinamakan WS-20 dirancang untuk memberi pesawat lift yang lebih besar dan jangkauan yang lebih panjang.

"Mungkin akan memakan waktu tiga tahun atau lebih untuk memasang mesin seperti itu ke pesawat transportasi lain," kata sumber.

Y-20, yang dibangun oleh Xian Aircraft Industry Corporation adalah pesawat perang terbesar di armada angkatan udara China. Saat ini, pesawat itu ditenagai mesin Soloviev D-30 yang memberikannya kisaran 7.500 km (4.660 mil) dan kapasitas kargo 55 ton.

Produsen pesawat mengatakan mesin WS-20 baru, yang dirancang oleh Shenyang Aeroengine Research Institute akan meningkatkan kapasitasnya dari 55 ton menjadi 66 ton.

Mesin baru ini juga diharapkan dapat meningkatkan jangkauan pesawat dan memungkinkannya untuk melakukan misi jarak jauh sambil membawa alat berat seperti tank tanpa perlu mengisi bahan bakar.

Mesin Shenyang WS-20 merupakan adaptasi dari turbofan WS-10A yang menggerakkan beberapa jet tempur buatan China, seperti J-10 dan J-16.

Defence World memberitakan, Shenyang WS-20 memiliki mesin turbofan dengan rasio bypass tinggi. Ahli militer Song Xinzhi mengatakan mesin baru itu dapat memberikan daya dorong yang lebih kuat, menggunakan lebih sedikit bahan bakar, serta memungkinkan Y-20 lepas landas dan mendarat di lapangan terbang dengan landasan pacu yang lebih pendek.

"Penggunaan akhirnya mesin WS-20 pada Y-20 akan memberi pesawat kisaran operasional yang lebih lama dan kapasitas kargo yang lebih besar berkat rasio bypass yang lebih tinggi dan thrust yang lebih besar," kata Xinzhi.

(jps/mik)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK