Stasiun Luar Angkasa China Selesai Dibangun 2022

CNN Indonesia | Minggu, 29/11/2020 07:02 WIB
China akan memulai pembangunan stasiun luar angkasa pada 2021 yang dinamakan Tiangong atau Istana Surga. Ilustrasi stasiun luar angkasa. (dok. nasa.gov)
Jakarta, CNN Indonesia --

China akan memulai pembangunan stasiun luar angkasa pada 2021. Wakil Kepala Proyek Peluncuran Chang Zheng 5, China Aerospace Science and Technology Corporation Qu Yiguang mengatakan ISS atau Stasiun Luar Angkasa Internasional versi China itu dinamakan Tiangong atau Istana Surga.

"Kendaraan peluncur Chang Zheng 5 ini akan menjalankan misi peluncuran pesawat ruang angkasa terbesar di China," kata Qu dilansir Space Daily.

"Mulai tahun depan, kami akan mulai melakukan peluncuran sebagai bagian dari misi untuk membangun stasiun luar angkasa negara kami," tambahnya.


China berencana untuk menyelesaikan stasiun luar angkasa pada 2022, setelah lebih dari 10 misi untuk konstruksi dan perakitan orbit.

Stasiun luar angkasa itu akan berbentuk seperti T, dengan modul inti, disebut Tianhe, di bagian tengah dan satu kapsul lab di kedua sisinya.

Mengutip Space, secara keseluruhan, stasiun ini akan menawarkan ruang hidup hingga 5.650 kaki kubik (160 meter kubik) di tiga modul. Lebih sedikit dibanding ISS yang memiliki 13.696 kaki kubik (388 meter kubik) ruangan.

Tidak seperti stasiun luar angkasa China sebelumnya, yang membutuhkan air yang diluncurkan dari Bumi, air di stasiun luar angkasa baru akan diambil dari uap air yang dikeluarkan astronaut dan dari urine yang didaur ulang dan dimurnikan.

Stasiun luar angkasa ini juga akan membawa mesin yang dapat menghasilkan oksigen tambahan.

Stasiun uar angkasa China juga akan memiliki ruang untuk eksperimen sains di berbagai bidang mulai dari astronomi hingga fisika dasar hingga sains kehidupan, menggunakan lebih dari selusin rak eksperimen.

Stasiun luar angkasa pertama China, Tiangong-1 dengan satu kamar, diluncurkan pada 2011 dan terbakar di atmosfer Bumi tujuh tahun kemudian.

Kendaraan itu membantu China menguasai teknologi dan prosedur yang dibutuhkan untuk membangun stasiun yang lebih besar. Penggantinya, Tiangong-2, diluncurkan pada 2016 untuk mendukung misi berdurasi lebih lama.

Peluncuran awak terbaru China, pada Oktober 2016, mengirim dua taikonaut (sebutan untuk astronaut dari China) ke Tiangong-2 selama 33 hari, rekor waktu berturut-turut yang dihabiskan di luar angkasa untuk China.

(din/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK