LAPAN Ungkap Dampak Gerhana Bulan Penumbra ke Bumi Hari Ini

CNN Indonesia | Senin, 30/11/2020 15:17 WIB
LAPAN menyatakan beberapa dampak Gerhana Bulan Penumbra ke bumi, salah satunya potensi banjir rob. Ilustrasi gerhana bulan penumbra. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peneliti Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) Rhorom Priyatikanto menyatakan Gerhana Bulan Penumbra berpotensi menimbulkan kenaikan permukaan air laut atau Rob. Dia mengatakan potensi itu terjadi karena gerhana bulan terjadi saat purnama.

"Memang ada potensi banjir rob atau semacamnya," ujar Rhorom kepada CNNIndonesia.com, Senin (30/11).

Rhorom menuturkan pasang-surut air laut juga sedang maksimum ketika gerhana bulan terjadi saat purnama.


Lebih lanjut, Rhoro menyampaikan fenomena banjir rob akibat purnama merupakan hal yang biasa. Dia mengatakan penduduk pesisir sudah paham dengan dampak dari fenomena itu.

"Penduduk pesisir mestinya paham akan fenomena pasang purnama yang berulang setiap bulan," ujarnya.

Sebelumnya, BMKG menyampaikan Gerhana Bulan Penumbra akan terjadi pada Senin (30/11). Gerhana Bulan Penumbra terjadi saat posisi Bulan-Matahari-Bumi tidak persis sejajar.

Hal itu membuat Bulan hanya masuk ke bayangan penumbra Bumi. Akibatnya, saat gerhana terjadi, Bulan akan terlihat lebih redup dari saat purnama. Durasi gerhana dari fase Gerhana mulai hingga Gerhana berakhir kali ini adalah 4 jam 20 menit 59 detik.

Gerhana Bulan Penumbra 30 November 2020 merupakan anggota ke 58 dari 73 anggota pada seri Saros 116. Gerhana bulan sebelumnya yang berasosiasi dengan gerhana ini adalah Gerhana Bulan Penumbra 20 November 2002.

Adapun gerhana Bulan yang akan datang yang berasosiasi dengan gerhana bulan ini adalah Gerhana Bulan Penumbra 11 Desember 2038.

BMKG menjelaskan Gerhana Bulan adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Gerhana Bulan yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK