Hasil Temuan Mutasi D614G yang Dominasi Kasus Positif RI

jps, CNN Indonesia | Rabu, 23/12/2020 07:43 WIB
Ahli memberi sejumlah saran terkait hasil penelitian temuan mutasi virus corona D614G yang disebut mendominasi kasus positif Covid-19 di RI. Ilustrasi. Ahli memberi sejumlah saran terkait mutasi virus corona D614G yang mendominasi kasus positif di Indonesia (AFP/TOBIAS SCHWARZ)
Jakarta, CNN Indonesia --

Studi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan virus corona SARS-CoV-2 dengan mutasi D614G telah mendominasi kasus positif di Indonesia hingga saat ini. Mereka menyarankan penelitian lebih lanjut untuk menyimpulkan temuan tersebut.

Studi yang dipimpin oleh Gunadi, Ketua Kelompok Kerja Genetika (Pokja Genetik), FKKMK UGM ini telah diterbitkan di Research Square pada 24 September 2020. Studi ini masih dalam pracetak dan belum ditinjau oleh rekan sejawat.

Dalam penelitiannya, peneliti membandingkan 60 urutan genom dari Maret hingga September 2020 yang ada di GISAID. Berdasarkan data, 39 dari 60 genom virus (65 persen) mengandung mutasi D614G yang mewakili clade G (2), GR (7), dan GH (30).


"Dari Maret hingga April 2020, clade L tampil dominan. Di sisi lain, terjadi peningkatan deteksi clade GH sejak April 2020 hingga saat ini," ungkap hasil penelitian itu.

Dalam penelitian itu, peneliti juga melaporkan urutan genom penuh SARS-CoV-2 di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Sayangnya, sampel yang diteliti hanya empat.

Meski demikian, peneliti menemukan tiga dari empat pasien memiliki mutasi D614G. Pasien yang memiliki mutasi D614G adalah perempuan berusia 83 tahun, perempuan 77 tahun, perempuan 55 tahun. Sedangkan yang tidak memiliki mutasi itu adalah perempuan 30 tahun.

Tiga pasien yang memiliki mutasi D614G didiagnosa menderita Covid-19 sedang dan pneumonia ringan. Sedangkan pasien tanpa mutasi hanya memiliki gejala ringan.

Analisis filogenetik seluruh sequencing (urutan) genom menunjukkan bahwa tiga sampel virus (EPI_ISL_525492, EPI_ISL_516800 dan EPI_ISL_516829) termasuk dalam clade GH dan berada di antara virus SARS-CoV-2 dari Asia (Indonesia, Vietnam, China, Singapura, Korea Selatan, Arab Saudi , India, Jepang) dan Eropa (Inggris dan Italia).

"Di sisi lain, satu sampel virus (EPI_ISL_516806) termasuk dalam clade L dan terletak di cluster dengan virus g SARS-CoV-2 terutama dari Asia (Wuhan, Malaysia, Indonesia, India, Uni Emirat Arab, dan Jepang)," kutip penelitian itu.

Dalam analisisnya, Gunadi dkk menyampaikan temuan mereka sesuai dengan situasi di Indonesia yang menunjukkan bahwa selama pandemi awal Maret-April, hanya dua clade, yakni O dan L yang terdeteksi, dengan clade L terakhir lebih dominan ditemukan dari kasus Covid-19.

Namun, virus ini lebih sering terdeteksi daripada clade lainnya sejak deteksi pertama clade GH pada April 2020. Artinya peneliti perlu memperbanyak sampel untuk membuktikan peningkatan jumlah pasien Covid-19.

"Apakah ini berkorelasi dengan peningkatan jumlah Covid-19 baru-baru ini di Indonesia harus diselidiki lebih lanjut," kata Gunadi dkk.

Tim peneliti menyampaikan WGS sangat penting untuk menentukan varian dan clade virus, serta untuk memutuskan pendekatan klinis dan politik di tingkat regional dan lokal. Selain itu, perbedaan tingkat fatalitas dan penyebaran virus atau penularan di antara berbagai negara atau wilayah dipengaruhi oleh perbedaan dalam virus clade perlu dipelajari lebih lanjut.

"Studi lebih lanjut dengan ukuran sampel yang lebih besar diperlukan untuk menyelidiki apakah SARS-CoV-2 yang mendominasi yang membawa mutasi D614G disebabkan oleh efek pendiri atau mekanisme lain dan untuk mengeksplorasi peran mutasi D614G dalam patogenesis dan virulensi SARS-CoV-2," ujar Gunadi dkk.

(eks/eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK