Tantangan Pasar Otomotif Nasional 2021

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Rabu, 06/01/2021 06:00 WIB
Pasar otomotif Indonesia belum selesai mendapat rintangan tahun ini. Pandemi Covid-19 masih akan menghantui. Produsen otomotif Jepang memprediksi pasar otomotif nasional 2021 masih menghadapi rintangan. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan penjualan mobil dalam negeri tahun ini bakal tumbuh 50 persen, menjadi 750 ribu unit dari perolehan 2020 sekitar 525 ribu unit, di tengah pandemi Covid-19.

Business Innovation and Sales & Marketing Director Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy mengatakan naiknya pasar otomotif tahun ini akan ditentukan daya beli masyarakat.

"Kemudian didukung model-model baru yang rencananya akan diluncurkan dan tentunya dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan permintaan konsumen," kata Billy melalui pesan singkat, Selasa (5/1).


Billy juga mengatakan perilaku konsumen di tengah pandemi Covid-19 dalam untuk urusan transportasi juga memberi peluang ada peningkatan pembelian mobil pertama.

Kekhawatiran terhadap pandemi diprediksi membuat masyarakat menghindari transportasi umum sehingga memutuskan beli mobil pribadi.

"Hal yang dapat menjadi potensi untuk industri mobil salah satunya adalah perubahan perilaku konsumen dalam hal transportasi, yang mendorong peningkatan terhadap pembelian mobil pertama," ucap dia.

Senada, Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra berharap pasar otomotif 2021 meningkat dari tahun sebelumnya.

"Jadi ekonomi mulai bergerak dan gross domestic product (GDP) Indonesia diperkirakan 5,1 persen. Jadi pasar tahun ini kemungkinan lebih baik dari 2020," ujar Amelia.

Tantangan ke depan

Sementara itu, Direktur Marketing Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi mengatakan produsen otomotif akan menghadapi tantangan tahun ini, terutama imbas pandemi Covid-19 di Indonesia yang tak kunjung selesai, meski vaksinasi akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Ini termasuk tantangan karena masih ada uncertainty (ketidakpastian)," ungkap Anton.

Amelia juga mengakui bila pandemi Covid-19 di Indonesia yang belum selesai tahun ini masih akan membatasi ruang gerak masyarakat dan pekerja di pabrik sebab masih menerapkan protokol pencegahan penularan virus SARS-CoV-2.

Namun menurut Amelia, kondisi itu tidak akan membatasi niat beli masyarakat terhadap mobil baru, dengan syarat daya beli konsumen menguat imbas perekonomian yang stabil.

"Ya protokol kesehatan jadi prioritas utama, jadi produksi pabrik masih jauh dari kondisi sebelum pandemi," kata Amelia.

Di satu sisi, Honda harus mengantisipasi kondisi pasar otomotif yang diprediksi belum stabil. Dalam hal ini produsen menjaga ketersediaan stok mobil dengan permintaan dari konsumen.

"Tantangan yang jelas adalah kondisi pasar yang belum stabil, sehingga sangat penting terus menyesuaikan strategi agar pasokan dan stok selalu dalam kondisi sehat. Tidak kelebihan dan tidak kekurangan," ucap Billy.

(ryh/mik)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK