AISI Harap Vaksin Covid-19 Gairahkan Minat Beli Motor Baru

CNN Indonesia | Rabu, 06/01/2021 15:01 WIB
Pada 2020 penjualan motor sebanyak 3,19 juta unit, turun dari hasil 2019 sejumlah 5,5 juta unit. Ilustrasi IMOS 2018. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) berharap penjualan roda dua di Tanah Air segera membaik tahun ini dengan dukungan vaksin corona (Covid-19). Vaksin diketahui akan mulai disuntikan pada awal 2021.

Divisi Humas AISI Ahmad Muhibbuddin menilai distribusi vaksin dapat memulihkan kegiatan masyarakat sehingga perekonomian tumbuh lebih baik yang berdampak kepada penjualan sepeda motor.

"Kami berharap pandemi bisa berangsur dapat ditangani sejalan dengan vaksin yang segera didistribusi. Dengan demikian diharapkan aktivitas masyarakat berangsur pulih sehingga kondisi ekonomi akan tumbuh lebih baik dan berdampak positif ke peningkatan permintaan sepeda motor," kata Muhibbuddin melalui pesan singkat, Rabu (6/1).


Menurut data wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer, diketahui penjualan motor mengalami penyusutan cukup signifikan tahun ini dibanding 2019 efek meluasnya pandemi corona di Indonesia.

AISI merekam pada Januari - November 2020, wholesales berjumlah 3.194.344 unit, sedangkan periode sama 2019 mencapai 5.517.630 unit.

Namun demikian, Muhibbuddin bilang industri roda dua tetap akan memiliki tantangan. Kata dia tantangan yakni bagaimana industri dapat memberikan layanan terbaik kepada konsumennya di tengah pandemi.

"Tantangan utama bagaimana industri bisa memberikan layanan terbaik terhadap produk dan layanan di tengah kondisi pandemi agar bisnis tetap sustainable dan konsumen bersama pelaku bisnis tetap sehat," katanya.

Menurutnya juga semua pihak harus bekerjasama untuk membangun sisi disiplin dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

"Dari sisi penjualan, kami harus bahu membahu dengan perusahaan pembiayaan untuk dapat membantu konsumen yang ingin memiliki produk baru dengan demikian permintaan dari market tetap tumbuh. Dengan demikian pabrik tetap bisa berproduksi ketika demand terus bertumbuh," ungkap Muhibbuddin.

(ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK