Warga Diminta Waspada Pasang Password Aplikasi PeduliLindungi

CNN Indonesia | Kamis, 07/01/2021 05:00 WIB
Aplikasi PeduliLindungi terkait Covid-19 punya pemerintah diperbarui usai ada isu dugaan pencurian data pengguna. Ilustrasi aplikasi PeduliLindungi. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyampaikan pembaruan aplikasi PeduliLindungi dalam rangka untuk meningkatkan performa usai ada isu dugaan pencurian data pengguna.

Juru bicara Kominfo Deddy Permadi menyampaikan peran serta masyarakat sebagai pengguna juga sangat penting untuk optimalisasi keamanan penggunaan. Misalnya, dia mengingatkan masyarakat untuk membaca panduan privasi, serta syarat dan ketentuan dengan baik.

"Ataupun berhati-hati dalam penggunaan password atau akses pribadi ke aplikasi," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (6/1).


Deddy mengatakan pembaruan diharapkan membuat masyarakat merasa aman dalam menggunakan aplikasi itu.

"Pembaharuan ditujukan untuk terus memperbaiki performa aplikasi agar layanan untuk masyarakat lebih optimal, aman, dan nyaman," ujar Deddy 

Deddy menuturkan pengembangan aplikasi PeduliLindingi telah mengedepankan perlindungan data pribadi dan keamanan sistem di dalam regulasi maupun infrastruktur. Sehingga, pihaknya berharap masyarakat tidak ragu untuk mengunduh dan menggunakan aplikasi tersebut.

Lebih lanjut, Deddy Sebelumnya, PeduliLindungi diklaim mengalami penyempurnaan fitur dan ketentuan penggunaan. Aplikasi PeduliLindungi untuk sistem operasi Android telah dikembangkan sampai versi 3.1.1. Penyempurnaan terjadi pada fitur dan izin akses.

Pada versi 3.1.1 diketahui tidak lagi menggunakan fitur Bluetooth, WiFi, kamera, dan file access untuk penyimpanan. Sedangkan izin akses yang dipakai dalam aplikasi PeduliLindungi diklaim sepenuhnya telah melalui persetujuan dari pengguna saat instalasi aplikasi.

Rencananya, aplikasi PeduliLindungi akan diandalkan oleh pemerintah untuk memberi informasi mengenai vaksinasi vaksin Covid-19. Sebelumnya, aplikasi itu digunakan untuk penelusuran, peta sebaran, hingga deteksi mandiri Covid-19.

(jps/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK